
Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat ±2.500 ton ke wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh, dengan keberangkatan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Sabtu, 3 Januari 2026 menggunakan kapal Kalla Lines.
Pengiriman bantuan ini ditujukan untuk mendukung tahap pemulihan, rehabilitasi, serta operasi pembersihan pascabencana menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Bantuan Difokuskan untuk Pembersihan, Pendidikan, dan Dukungan Bermartabat
PMI mengklasifikasikan bantuan ke dalam empat fokus utama:
Operasi Pembersihan Pascabencana, meliputi:
41 unit mini ekskavator
200 unit jet cleaner
20.000 cleaning kit
20.000 pacul
20.000 sekop
Bantuan Pendidikan Anak-anak, yang terdiri dari:
1,5 juta buku tulis
20.000 paket sekolah (buku, alat tulis, pensil warna)
5.000 tas sekolah
Bantuan Bermartabat, berupa:
20.000 paket pakaian untuk laki-laki dan perempuan
Pakaian dalam, sarung, serta perlengkapan ibadah
Bantuan Logistik Tambahan, seperti:
2.000 paket sembako
1.259 dus mie instan
812 unit kompor berikut regulator
1.000 peralatan dapur
Misi Kemanusiaan Menyambut Ramadhan dan Pemulihan Jangka Panjang
PMI menekankan bahwa bantuan ini bertujuan agar masyarakat dapat menyambut Ramadhan dalam kondisi yang bersih, layak, dan bermartabat.
Anak-anak juga diharapkan dapat segera kembali bersekolah dengan fasilitas yang memadai, sementara para korban dapat menjalani masa pemulihan dengan rasa aman dan nyaman.
Operasi kemanusiaan PMI ini direncanakan berlangsung selama satu tahun penuh, mencakup fase pemulihan awal, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
Apresiasi kepada Donatur dan Masyarakat
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah menunjukkan solidaritas dalam mendukung misi kemanusiaan ini.
"Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian bersama untuk memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh," ujar Jusuf Kalla.
- Penulis :
- Gerry Eka








