
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, guna memenuhi kebutuhan sanitasi dasar warga yang terdampak banjir.
Pembangunan MCK darurat ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang memerlukan akses terhadap fasilitas kebersihan dan kesehatan yang layak.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyatakan bahwa penyediaan sanitasi menjadi kebutuhan utama dalam situasi bencana.
" Penyediaan MCK darurat menjadi prioritas, karena menyangkut kesehatan dan kebersihan warga pengungsi," ungkapnya.
Fasilitas Darurat dan Bantuan Kemanusiaan Dipercepat
Pengerjaan MCK darurat di Desa Manyang Cut saat ini sedang berlangsung dan dipercepat agar masyarakat dapat segera menggunakannya.
" Baznas berupaya memastikan fasilitas ini bisa dimanfaatkan secepat mungkin oleh warga," ujar Saidah.
Selain pembangunan MCK, Baznas RI juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji untuk pengungsi, layanan tenaga medis, dan dukungan logistik lainnya.
" Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus mencakup aspek kesehatan, logistik, dan pendampingan masyarakat," ia menegaskan.
Tim Baznas Tanggap Bencana Diterjunkan
Untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan, Baznas RI mengerahkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) ke wilayah terdampak.
Tim ini bertugas membantu distribusi bantuan, mendampingi warga terdampak, serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di daerah.
" Baznas akan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Saidah.
Langkah Baznas ini menjadi bagian dari upaya terpadu dalam membantu pemulihan warga yang terdampak bencana banjir di Pidie Jaya, khususnya dalam aspek kesehatan dan kelayakan hidup di pengungsian.
- Penulis :
- Aditya Yohan








