HOME  ⁄  Nasional

693 Warga Masih Mengungsi Pascabanjir Bandang di Pulau Siau, 16 Orang Meninggal dan 3 Hilang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

693 Warga Masih Mengungsi Pascabanjir Bandang di Pulau Siau, 16 Orang Meninggal dan 3 Hilang
Foto: (Sumber: Sebanyak 683 warga kampung/desa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1). Tampak warga yang menempati salah satu tempat pengungsian. ANTARA/Stenly Gaghunting.)

Pantau - Sebanyak 693 warga dari sejumlah kampung di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih mengungsi akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Senin, 5 Januari 2026.

Pengungsi Tersebar di Sejumlah Posko dan Rumah Keluarga

Data pengungsian disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, di Manado pada Rabu.

Pengungsi saat ini ditampung di empat lokasi utama:

  • Museum Sitaro, Kelurahan Tarorane
  • Gereja GMIST Bethabara Paseng, Kelurahan Paseng
  • Kantor Lurah Bahu
  • Gereja Advent Bahu
  • Selain itu, sebagian warga dilaporkan mengungsi ke rumah-rumah keluarga.

Jumlah pengungsi dari tiap kampung berdasarkan laporan situasi per Selasa, 6 Januari 2026, adalah:

  • Kampung Bahu: 261 orang
  • Kampung Paseng: 116 orang
  • Kampung Bumbiha: 93 orang
  • Kampung Peling: 63 orang
  • Kampung Laghaeng: 67 orang
  • Kampung Batusenggo: 93 orang

16 Meninggal dan 3 Hilang, Layanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

Dalam laporan situasi terbaru, BPBD menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 16 orang, dan 3 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Tim kesehatan telah ditempatkan di dua posko utama, yaitu Museum Sitaro dan Gereja GMIST Bethabara Paseng.

Selain itu, petugas kesehatan juga dikirim ke sejumlah kampung terdampak yang sulit dijangkau kendaraan, di antaranya:

  • Kampung Bumbiha
  • Kampung Peling
  • Kampung Langhaeng
  • Kampung Batusenggo
  • Kampung Beong
  • Kampung Salili

Obat-obatan telah disalurkan dari gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro dan dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

"Bantuan obat-obatan dan lainnya sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pengobatan di lokasi bencana atau posko pengungsian," jelas Sonny Belseran.

Upaya evakuasi dan penanganan lanjutan masih terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pengungsi serta mencari korban hilang.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti