Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satgas Kuala Dipimpin Wakil Panglima TNI, Diperkuat 200 Personel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Satgas Kuala Dipimpin Wakil Panglima TNI, Diperkuat 200 Personel
Foto: (Sumber: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) saat menggelar rapat koordinasi Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1/2026) (ANTARA/Ho-Istimewa).)

Pantau - Kementerian Pertahanan memastikan pembentukan dan penguatan Satuan Tugas Kuala yang akan bertugas memulihkan wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor dengan melibatkan sekitar 200 personel.

Penguatan Satgas dan Kepemimpinan TNI

Satgas Kuala akan dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita berdasarkan keputusan rapat koordinasi satgas.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan sejumlah pejabat tinggi TNI serta berlangsung di Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Sirait menyampaikan bahwa keputusan itu diambil untuk memastikan pemulihan wilayah terdampak berjalan cepat dan terkoordinasi.

Tahapan Operasi dan Tugas Satgas Kuala

Rico menjelaskan kepada ANTARA di Jakarta pada Senin bahwa Satgas Kuala dijadwalkan mulai bekerja pada awal Februari 2026.

Pada tahap awal, TNI akan melakukan pergeseran kapal yang membawa peralatan kerja satgas pada minggu kedua Januari 2026.

Muara Sungai Tamiang ditetapkan sebagai titik kumpul utama personel Satgas Kuala.

Personel satgas akan melakukan normalisasi sungai dan pengerukan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang tertimbun lumpur akibat banjir.

Selain itu, satgas juga akan mengelola air menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi penjernih agar korban bencana dapat mengakses air bersih dengan mudah.

Dukungan Pendukung dan Keterlibatan Swasta

Aspek pendukung lain turut menjadi perhatian satgas, termasuk pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan oleh Mabes TNI.

Satgas Kuala juga menyiapkan perawatan kesehatan mandiri bagi personel selama menjalankan tugas di lapangan.

Rico menambahkan bahwa Satgas Kuala tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga menggandeng pihak swasta sebagai unsur profesional pendukung.

Jhonlin Group ditunjuk untuk terlibat dalam mendukung pelaksanaan tugas Satgas Kuala.

Pembentukan satgas ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah Aceh Tamiang dengan target proses pascabencana berjalan cepat dan maksimal.

Penulis :
Aditya Yohan