HOME  ⁄  Nasional

Banjir Bandang di Siau Timur Sulut Tewaskan Enam Warga, Sejumlah Orang Masih Hilang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banjir Bandang di Siau Timur Sulut Tewaskan Enam Warga, Sejumlah Orang Masih Hilang
Foto: (Sumber: Hujan deras menyebabkan banjir bandang pada Senin dini hari pukul 02.30 Wita. Selain lima rumah hilang, banjir bandang juga menutupi akses jalan antara Kelurahan Bahu dan Pangirolong, Kecamatan Siau Timur dan Siau Timur Selatan. ANTARA/Stenly Gaghunting)

Pantau - Banjir bandang menghantam permukiman warga di Kelurahan Bahu Lingkungan III Kecamatan Siau Timur Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 Wita, dan menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Informasi tersebut disampaikan di Manado pada Senin oleh Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Cinthya Ingrid Kalangit melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Deddy Passandaran.

"Selain korban jiwa, beberapa rumah hilang, warga yang belum ditemukan serta warga mengalami luka-luka," kata Deddy menyampaikan pernyataan bupati.

Enam warga yang meninggal dunia masing-masing bernama Ratmon Bangsa, Fardelin Tamalonggehe, Yance Tamalonggehe, Lorensi Bawolce, Yoan Bangsa, dan Santi Diamanis.

Sementara itu, empat warga dilaporkan masih hilang, yakni Swinggli Dalending, Adris Pianaung, Leon Pianaung, serta Kairi Kansil yang masih bayi.

Korban luka-luka akibat banjir bandang tercatat atas nama Dhea Pinamagun, Marlis Sangili, Onal Kansil, dan Abo Pandaeng.

Untuk sementara waktu, warga Lingkungan III dan Lingkungan IV Kelurahan Bahu mengungsi ke Kantor Kelurahan Bahu.

Warga pengungsi selanjutnya akan dipindahkan ke Museum Kelurahan Tarorane di Kecamatan Siau Timur.

"Data sementara warga pengungsi sebanyak 35 kepala keluarga, 108 jiwa," ujar Deddy.

Banjir bandang yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan lima rumah hilang serta menutup akses jalan antara Kelurahan Bahu dan Pangirolong.

Akses jalan yang tertutup berada di wilayah Kecamatan Siau Timur dan Kecamatan Siau Timur Selatan sehingga menghambat mobilitas warga dan proses evakuasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf