
Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mulai dapat dihuni sebelum Lebaran 2026.
Ia menyampaikan, "Kita usahakan, sebelum Lebaran sudah ada yang bisa diserahkan kepada rakyat. Saya sudah menyiapkan waktu untuk hadir sebelum Lebaran," dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menteri yang akrab disapa Ara tersebut menghimbau para Gubernur dan Bupati untuk membantu kelancaran pembangunan huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, baik dalam penyediaan lahan maupun perbaikan akses jalan menuju lokasi huntap.
Progres Huntap di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat
Berdasarkan data dari Yayasan Buddha Tzu Chi, pembangunan huntap di Sumatera Utara tahap 1 telah berprogres sebanyak 648 unit dari total komitmen 1.103 unit.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah ditargetkan 50 unit selesai pada 15 Maret 2026.
Di Kabupaten Tapanuli Utara ditargetkan 20 unit selesai pada 15 Maret 2026.
Untuk progres huntap di Aceh, sebanyak 600 unit tahap 1 telah berprogres dari total komitmen 1.000 unit.
Di Kabupaten Aceh Utara ditargetkan 40 unit selesai pada 15 Maret 2026.
Di Sumatera Barat, progres pembangunan huntap baru mencapai 43 unit dari total komitmen 500 unit.
Percepatan Huntara dan Dukungan TNI
Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera agar masyarakat terdampak segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Keterangan dari Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menyebutkan pembangunan huntara menunjukkan progres signifikan.
Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, personel TNI dari Komando Distrik Militer setempat membangun huntara bagi warga terdampak bencana di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren.
Sejumlah unit huntara telah berdiri dan memasuki tahap penyempurnaan.
Kerangka bangunan baru terus didirikan untuk meningkatkan kapasitas hunian.
Di Sumatera Barat, percepatan pembangunan huntara berjalan pesat dengan sembilan titik kawasan huntara telah rampung dan siap huni.
Sembilan titik tersebut tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang.
Satu kawasan huntara di Kabupaten Pesisir Selatan masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 65 persen.
Penyelesaian huntara di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Nagari Puluik-Puluik, terus digenjot agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan huntap.
Di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pengecoran struktur bangunan huntap telah dimulai di lahan PTPN IV.
Penyiapan material konstruksi juga dilakukan untuk mendukung tahapan pembangunan berikutnya.
Hunian permanen ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
- Penulis :
- Leon Weldrick







