Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Sebut 18 Sekolah di Aceh Belajar di Tenda Akibat Banjir dan Longsor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendikdasmen Sebut 18 Sekolah di Aceh Belajar di Tenda Akibat Banjir dan Longsor
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti memberikan keterangan kepada awak media di Aceh Tamiang, Senin. ANTARA/M.Ifdhal)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti menyatakan sebanyak 18 sekolah di Aceh terdampak banjir dan longsor sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di tenda.

Kerusakan fasilitas pendidikan tersebut terjadi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat berada di Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 5 Januari 2026.

Abdul Mu'ti menegaskan pemerintah akan terus berupaya menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang saat ini masih belajar di tenda.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan sekolah darurat dan pembangunan akan dilaksanakan secepatnya,” ungkap Abdul Mu'ti.

Ia hadir sebagai pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah pascabencana di SMA 4 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar terhadap fasilitas satuan pendidikan akibat bencana banjir dan longsor.

Kabupaten Aceh Tamiang disebut sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerusakan sekolah paling signifikan.

Abdul Mu'ti menyebutkan bencana banjir dan longsor di Aceh berdampak pada 2.756 sekolah atau satuan pendidikan di seluruh kabupaten dan kota.

Sebanyak 90 persen sekolah di Aceh atau sekitar 2.468 sekolah telah kembali beroperasi.

Sebanyak 18 sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda hingga saat ini.

Sementara itu, sebanyak 288 sekolah lainnya masih dalam proses pembersihan pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut Kemendikdasmen membagikan 2.000 paket school kit secara simbolis kepada siswa terdampak.

Total bantuan school kit yang disalurkan di Aceh mencapai 15.500 paket.

Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan berupa 78 unit tenda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah menyediakan 100 ruang kelas darurat bagi sekolah-sekolah terdampak bencana.

Bantuan buku pelajaran yang disalurkan mencapai 90.000 eksemplar.

Dukungan psikososial yang diberikan kepada siswa dan sekolah terdampak mencapai Rp300 juta.

Dana Operasional Pendidikan Darurat yang disalurkan di Aceh tercatat mencapai Rp11,29 miliar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut Abdul Mu'ti didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin.

Abdul Mu'ti juga meninjau perkembangan revitalisasi sekolah di Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Di Kota Langsa, Abdul Mu'ti mengunjungi SD Negeri 4 Langsa dan SDIT Muhammadiyah Langsa.

Kunjungan di Kota Langsa turut dihadiri Wali Kota Langsa Jeffry Sentana.

Penulis :
Aditya Yohan