Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Publikasi Scopus Kian Dominan, Akademisi Diingatkan Tak Abaikan Manfaat Ilmu bagi Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Publikasi Scopus Kian Dominan, Akademisi Diingatkan Tak Abaikan Manfaat Ilmu bagi Masyarakat
Foto: (Sumber: Ilustrasi jurnal ilmiah (Foto antaranews.com).)

Pantau - Orientasi dunia akademik Indonesia dalam satu dekade terakhir dinilai semakin menitikberatkan publikasi internasional bereputasi, khususnya jurnal Scopus Q1, sebagai tolok ukur utama kualitas dosen dan institusi.

Penulis menegaskan dorongan publikasi internasional bukanlah kekeliruan secara normatif, namun menjadi persoalan ketika capaian Scopus disamakan sepenuhnya dengan dampak sosial ilmu pengetahuan.

Ia menyatakan, “publikasi Scopus penting bagi koneksi global ilmu pengetahuan, tetapi tidak identik dengan kebermanfaatan sosial,” ungkapnya dalam tulisan tersebut.

Artikel Scopus Q1 umumnya ditujukan bagi komunitas ilmiah internasional dengan tuntutan ketelitian metodologis tinggi, kontribusi teoretis spesifik, serta kepatuhan pada debat akademik yang teknis dan sempit.

Kondisi itu membuat banyak riset bersifat abstrak, berorientasi konteks global, dan kerap jauh dari persoalan keseharian masyarakat Indonesia.

Penulis mencatat temuan riset Scopus sering sahih secara ilmiah, namun tidak mudah diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi petani, nelayan, UMKM, pemerintah daerah, maupun komunitas lokal.

Di sisi lain, banyak dosen tanpa publikasi Scopus justru aktif mendampingi desa, terlibat dalam penyusunan kebijakan daerah, melatih UMKM, menguatkan koperasi, serta melakukan advokasi kebijakan publik.

Kontribusi mereka dinilai berdampak nyata meskipun tidak memenuhi standar novelty jurnal Q1.

Pengetahuan terapan para dosen lapangan tersebut bersifat kontekstual karena memahami keterbatasan anggaran, budaya birokrasi, serta dinamika sosial lokal yang sering luput dari riset akademik murni.

Penulis memberi contoh dosen ekonomi pembangunan di perguruan tinggi daerah yang aktif mendampingi koperasi nelayan dan UMKM pangan meski tidak memiliki publikasi Scopus Q1.

Pendampingan tersebut meliputi penyusunan laporan kelayakan usaha, perancangan skema pembiayaan koperasi, serta pelatihan manajemen sederhana yang berdampak pada peningkatan pendapatan anggota.

Penulis :
Aditya Yohan