Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Terbitkan Dua Kebijakan dan Berbagai Program untuk Perkuat Kesehatan Mental Peserta Didik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Terbitkan Dua Kebijakan dan Berbagai Program untuk Perkuat Kesehatan Mental Peserta Didik
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta Pusat, Kamis 5/3/2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan berbagai langkah konkret dan strategis untuk mencegah serta menangani masalah kesehatan mental peserta didik di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut bertujuan menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Abdul Mu'ti mengatakan "Sebagai landasan kebijakan, kami juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026. Dua kebijakan tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung kesehatan mental peserta didik".

Dua kebijakan tersebut dijadikan pedoman bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung kesehatan mental siswa.

Selain menerbitkan kebijakan, Kemendikdasmen juga meningkatkan manajemen sumber daya manusia di sekolah.

Paradigma penanganan kesehatan mental di sekolah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab guru bimbingan konseling (BK).

Seluruh guru di sekolah didorong ikut terlibat dalam penanganan dan pendampingan kesehatan mental peserta didik.

Kemendikdasmen juga memperkuat sistem monitoring dan evaluasi melalui pemanfaatan data Rapor Pendidikan.

Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam sistem pendidikan.

Pemerintah juga terus melakukan digitalisasi laporan kasus di sekolah.

Digitalisasi ini bertujuan mempercepat proses penanganan kasus sekaligus meningkatkan akurasi data.

Empat Aspek Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Abdul Mu'ti mengatakan "Dalam implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman terdapat empat aspek utama yang menjadi fokus, yakni pemenuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, serta keamanan sosio-kultural dan digital. Kami mendorong sekolah agar melakukan penguatan tata kelola, edukasi warga sekolah, serta penguatan peran seluruh unsur sekolah melalui manajemen kelas".

Empat aspek utama dalam program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman meliputi pemenuhan kebutuhan spiritual siswa.

Aspek lainnya adalah perlindungan fisik bagi peserta didik di lingkungan sekolah.

Program tersebut juga menekankan pentingnya kesejahteraan psikologis siswa.

Selain itu, keamanan sosio-kultural dan digital juga menjadi perhatian utama.

Sekolah didorong untuk memperkuat tata kelola lembaga pendidikan.

Edukasi kepada seluruh warga sekolah juga terus ditingkatkan.

Seluruh unsur sekolah dilibatkan dalam penguatan peran melalui manajemen kelas yang lebih efektif.

Program Karakter dan Kesehatan Siswa Diperkuat

Dalam pembangunan karakter murid, Kemendikdasmen menjalankan beberapa program utama.

Program tersebut antara lain Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Program lainnya adalah 7 Jurus Sekolah Hebat.

Kemendikdasmen juga menerapkan kebijakan Guru Wali.

Pemerintah juga menjalankan program Sekolah Sehat.

Program Sekolah Sehat berfokus pada lima aspek kesehatan.

Lima aspek tersebut meliputi kesehatan fisik siswa.

Aspek berikutnya adalah program imunisasi.

Program ini juga memperhatikan kesehatan jiwa peserta didik.

Kebugaran fisik siswa juga menjadi bagian dari fokus program.

Aspek terakhir adalah kesehatan lingkungan sekolah.

Abdul Mu'ti mengatakan "Kemendikdasmen juga mendorong partisipasi aktif murid melalui Gerakan Rukun Sama Teman. Upaya lainnya juga kami lakukan melalui penyelenggaraan upacara bendera yang di dalamnya memuat Ikrar Pelajar Pancasila, serta kegiatan kepramukaan yang mengembangkan nilai spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik".

Melalui Gerakan Rukun Sama Teman, siswa didorong untuk membangun hubungan sosial yang harmonis dengan teman sebaya.

Upaya pembinaan karakter juga dilakukan melalui pelaksanaan upacara bendera.

Dalam upacara tersebut terdapat pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila.

Kegiatan kepramukaan juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.

Kegiatan tersebut mengembangkan nilai spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik peserta didik.

Kemendikdasmen juga menerbitkan Modul Pembiasaan Karakter Hebat.

Modul ini dapat digunakan dalam kegiatan kokurikuler di sekolah.

Modul tersebut dirancang untuk memperkuat karakter peserta didik.

Modul ini juga bertujuan meningkatkan daya saing siswa.

Penguatan karakter tersebut diharapkan dapat mendukung kesehatan mental peserta didik.

Abdul Mu'ti mengatakan "Kami juga telah menerbitkan Buku Pedoman Kesehatan Jiwa Remaja SMP sebagai panduan bagi pendidik dan orang tua dalam memahami kondisi psikologis remaja. Kami berharap, pedoman tersebut dapat memperkuat komunikasi antara orang tua, guru, dan peserta didik dalam mendukung kesehatan jiwa peserta didik secara menyeluruh".

Buku Pedoman Kesehatan Jiwa Remaja SMP disusun sebagai panduan bagi guru dan orang tua.

Buku tersebut membantu memahami kondisi psikologis remaja secara lebih baik.

Pedoman ini diharapkan memperkuat komunikasi antara orang tua, guru, dan peserta didik.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung kesehatan jiwa siswa secara menyeluruh.

Penulis :
Arian Mesa