Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

IDAI Berikan Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit untuk Anak Selama Musim Hujan dan Tahun Ajaran Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IDAI Berikan Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit untuk Anak Selama Musim Hujan dan Tahun Ajaran Baru
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Sejumlah siswa melakukan sikap hormat saat mengikuti upacara bendera pada hari pertama sekolah di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (5/1/2026). ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Pantau - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah langkah penting untuk membantu orang tua menjaga kesehatan anak-anak selama musim hujan yang bertepatan dengan tahun ajaran baru.

Pentingnya Kesehatan Anak

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa meskipun proses belajar mengajar di sekolah sangat penting untuk perkembangan anak, kesehatan dan keselamatan anak harus tetap menjadi prioritas utama.

Risiko Penyakit di Musim Hujan

Musim hujan yang sering disertai dengan curah hujan tinggi dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan penyakit seperti:

  • Influenza
  • Diare
  • Demam berdarah

Selain itu, musim hujan juga berisiko menyebabkan banjir dan bencana hidrometeorologi yang dapat memperburuk situasi kesehatan.

Rekomendasi IDAI untuk Menjaga Kesehatan Anak

Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Sekolah: Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum berangkat sekolah dan status imunisasi dasar serta lanjutan sesuai usia.

Pemberian Makanan Sehat: Berikan makanan bergizi, terutama yang mengandung protein hewani, serta cukup cairan untuk mencegah dehidrasi. Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan junk food.

Tidur yang Cukup: Anak sebaiknya tidur pada jam 8 malam atau paling lambat jam 10 malam untuk mengoptimalkan sistem imun tubuh.

Jika Anak Sakit

Jika anak menunjukkan gejala seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera bawa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga sembuh untuk mencegah penularan.

Pencegahan dari Lingkungan

Terapkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) untuk menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Gunakan losion anti-nyamuk, kelambu, atau pakaian panjang untuk mencegah gigitan nyamuk.

Untuk mencegah diare dan leptospirosis, pastikan anak selalu memakai alas kaki saat bermain di area yang berisiko terkontaminasi.

Etiket Batuk dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Ajarkan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan lengan bagian dalam saat batuk atau bersin.

Cuci tangan dengan sabun secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Gunakan masker jika anak memiliki gejala infeksi saluran pernapasan atau berada di kerumunan.

Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Orang tua dan sekolah perlu memberikan informasi terkait kondisi kesehatan anak dan kebijakan cuaca ekstrem melalui grup komunikasi.

Siswa harus dibekali prosedur evakuasi, titik kumpul di sekolah, dan tas siaga bencana yang berisi jas hujan, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter kecil, peluit, dan kontak darurat keluarga.

Fasilitas Sekolah

Sekolah diharapkan memiliki sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh.

Kolaborasi dengan Puskesmas

Sekolah yang memiliki puskesmas setempat didorong untuk bekerja sama dalam pemantauan kesehatan warga sekolah dan edukasi kesehatan.

Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan, memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko bencana, dan mengkoordinasikan sistem peringatan dini untuk bencana hidrometeorologi.

Penulis :
Ahmad Yusuf