
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan program revitalisasi terhadap 25 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat, yang digelar secara simbolis di SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Kota Padang, pada Senin, 5 Januari 2026.
Peresmian ini merupakan bagian dari program nasional perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang diluncurkan pemerintah pusat.
Atip menjelaskan bahwa revitalisasi ini mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak demi menunjang kemajuan bangsa.
"Program revitalisasi ini berangkat dari kesadaran bahwa tidak mungkin suatu bangsa bisa maju tanpa didukung oleh fasilitas pendidikan yang layak. Selama puluhan tahun, banyak sekolah kita tidak tersentuh perbaikan. Karena itu, presiden meluncurkan program revitalisasi sarana pendidikan ini sebagai ikhtiar besar untuk mempercepat perbaikan kualitas layanan pendidikan," ungkapnya.
Cakupan Revitalisasi dan Tujuan Program
Revitalisasi ini meliputi pembangunan serta perbaikan ruang kelas, toilet siswa, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, ruang praktik siswa, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Pemerintah bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Sebanyak 25 sekolah dari jenjang TK hingga SLB yang tersebar di Kota Padang terlibat dalam program ini, termasuk SMK Negeri 1 Sumatera Barat, SMAN 4 Padang, SMPN 43 Padang, dan TK Negeri V Padang.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, pemerintah menggunakan skema swakelola yang dinilai lebih efisien dibandingkan dengan skema konvensional.
"Dengan skema swakelola, biaya nonteknis bisa ditekan sehingga anggaran lebih efektif untuk pembangunan. Ke depan, revitalisasi ini akan terus kita evaluasi dan perbaiki agar kualitasnya tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah," tambah Atip.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter dalam pendidikan selain revitalisasi fisik.
"Selain revitalisasi fisik, kita juga perlu melakukan revitalisasi nonfisik, terutama dalam membangun karakter peserta didik dan mencegah masuknya paham serta praktik yang menyimpang di lingkungan pendidikan," tegasnya.
Dampak Langsung di SMK Negeri 1 Sumatera Barat
Kepala SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Zulkifli, mengungkapkan apresiasinya terhadap program tersebut.
"Kami menerima bantuan berupa tiga ruang praktik siswa untuk teknik elektronika industri, teknik alat berat, serta teknik listrik dan tata udara; enam ruang kelas baru; satu UKS; dan lima paket toilet siswa. Seluruh pekerjaan telah selesai dan dilaporkan pada November 2025. Bantuan ini sangat berdampak terhadap peningkatan motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekolahnya menerima enam paket bantuan revitalisasi dengan nilai total sekitar Rp6,96 miliar pada tahun 2025.
Dengan fasilitas yang lebih representatif dan modern, Zulkifli menyebutkan bahwa SMK Negeri 1 Sumatra Barat kini lebih siap mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia usaha dan industri.
- Penulis :
- Shila Glorya






