Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kota Medan dan Kemendagri Bahas Kerusakan Akibat Banjir, 242 KK Terdampak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Kota Medan dan Kemendagri Bahas Kerusakan Akibat Banjir, 242 KK Terdampak
Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas (sumber: Humas Pemkot Medan)

Pantau - Pemerintah Kota Medan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi membahas dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat banjir yang melanda wilayah Sumatera, termasuk Kota Medan.

Rapat tersebut berlangsung pada Rabu (7/1/2026) dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas.

"Semalam kami rapat membahas kerusakan rumah, fasilitas umum serta jumlah pengungsi yang terbaru setelah bencana di Sumatera," ungkapnya.

Banjir terjadi pada 27 Desember 2025 dan menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah Kota Medan.

Sebanyak 242 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat rumah mereka yang rusak.

Dari total tersebut, tercatat 67 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 76 lainnya rusak sedang dan ringan.

"99 rumah mengalami kerusakan ringan yang tersebar di sejumlah kecamatan," ia menambahkan.

Pemerintah Kota Medan menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak, serta membantu daerah lain yang turut dilanda banjir.

"Kami juga berkomitmen siap terus membantu saudara-saudara kita di daerah lain supaya lekas pulih," ujar Rico.

Arahan Mendagri: Pendataan Harus Akurat dan Cepat

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan pentingnya percepatan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir.

Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Sumatera untuk segera mengumpulkan dan menyelaraskan data kerusakan sebagai langkah awal pemulihan.

"Kita bisa tentukan (kategori rusak) ringan dan sedang, datanya harus by name by address. Itu (harus) betul-betul clear. Meskipun kita paham bencana yang cukup luas seperti ini, ada yang di gunung-gunung dan lain-lain (pasti sulit). Paling tidak data yang sementara ini, kecepatan ini untuk data baseline dulu," tegas Tito.

Menurut Tito, pendataan yang tepat merupakan kunci utama untuk percepatan bantuan dan pembangunan kembali hunian bagi korban terdampak.

Langkah Lanjutan Pemulihan

Pemerintah Kota Medan dan Kemendagri menyatakan akan terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Data kerusakan dan jumlah pengungsi akan terus diperbarui secara bertahap seiring dengan survei lanjutan di lapangan.

Langkah berikutnya adalah verifikasi data dan penyaluran bantuan secara bertahap kepada korban banjir, termasuk penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Penulis :
Arian Mesa