
Pantau - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Muhammad Tito Karnavian menegaskan akan menindaklanjuti keluhan penghuni terkait kenyamanan hunian sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Keluhan utama yang disampaikan penghuni adalah suhu di dalam hunian sementara yang masih terasa panas.
Tito mengatakan, "Mereka juga akan dibantu kipas angin,".
Ia menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menyempurnakan standar pembangunan hunian sementara.
Ia mengatakan, "Ya, kita akan sampaikan kepada BNPB, apakah bisa dibuatkan alas supaya ke depan standarnya ada alasnya sehingga tidak terlalu panas,".
Pemerintah terus mengevaluasi berbagai model hunian sementara yang dibangun oleh BNPB, Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta melalui gotong royong masyarakat dan relawan.
Huntara yang dibangun BNPB tidak dilengkapi ranjang namun memiliki dapur dan toilet mandiri.
Sementara huntara yang dibangun Danantara dan Kementerian Pekerjaan Umum dilengkapi ranjang dan kipas angin namun fasilitas dapur dan kamar mandi bersifat komunal.
Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat segera berpindah ke hunian sementara atau menerima bantuan dana tunggu hunian sebelum Idul Fitri 2026.
Jumlah pengungsi saat ini tercatat sekitar 6.000 orang, turun dari sekitar 11.000 orang pada pekan lalu.
Tito mengatakan, "Dari minggu lalu 11.000-an, sekarang sudah 6.000-an. Target kita sebelum Idul Fitri mereka sudah masuk ke huntara atau menggunakan dana tunggu hunian,".
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Ahmad Yusuf







