
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera menyalurkan bantuan kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya.
Tito mengapresiasi progres pemulihan pascabencana yang menurutnya mulai dirasakan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur jalan, normalnya arus listrik, serta berfungsinya kembali fasilitas umum.
Ia mengatakan, "Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-beragam (dalam pemulihan pascabencana),".
Bantuan yang disalurkan meliputi santunan ahli waris sebesar Rp15 juta bagi 56 korban meninggal dunia dan bantuan Rp5 juta bagi 23 korban luka berat.
Pemerintah juga memberikan bantuan jaminan hidup kepada 66.629 jiwa serta bantuan isi hunian sementara sebesar Rp3 juta dan bantuan stimulan sosial ekonomi Rp5 juta masing-masing kepada 18.839 kepala keluarga.
Selain itu, Tito menyerahkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri berupa 250 paket perlengkapan ibadah serta alat berat seperti dump truck, ekskavator, dan backhoe loader.
Tito menegaskan Presiden Prabowo Subianto sejak awal memberikan perhatian serius terhadap bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Ia menyebut sempat mengusulkan dana darurat Rp2 miliar untuk 52 kabupaten dan kota terdampak, namun presiden menyetujui peningkatan anggaran menjadi Rp4 miliar untuk masing-masing daerah.
Pemerintah pusat juga mengerahkan bantuan melalui BNPB dan Kementerian Sosial dengan melibatkan pemerintah daerah dalam proses penanganan.
Ia mengatakan, "Yang tidak mampu tetap ditangani pusat. Di pusat saya sampaikan kepada Pak Wagub, Pak Gubernur, kita sudah rapat. Pada waktu di Kemenko PMK, Bappenas sudah menyampaikan angka lebih kurang Rp53 triliun untuk pemulihan ke depan,".
Pemerintah menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang termasuk perbaikan jalan secara permanen dan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Tito menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap bergantung pada kelengkapan data dari pemerintah daerah.
Ia mengatakan, "Cepatnya huntap, salah satunya itu adalah adanya data. Kalau datanya ada, lengkap, saya segera akan melakukan eksekusi. Saya akan koordinasi kepada BNPB dan Menteri Perumahan, Pak Maruarar Sirait. Beliau berdua sudah menunggu,".
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Tito di Aceh sebelum menutup Khanduri Nuzulul Qur'an Aceh Ramadan Festival 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







