
Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan bahwa puluhan sekolah masih membutuhkan tambahan alat berat untuk membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sangat memerlukan alat berat mini untuk mempercepat proses pembersihan.
"Kami saat ini masih membutuhkan alat berat mini yang dapat membersihkan halaman sekolah yang masih berlumpur dampak dari banjir dan longsor melanda Aceh Tamiang," ungkapnya.
Sebagian Sekolah Sudah Aktif, Tapi Banyak Masih Berlumpur
Dari total 392 sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP yang terdampak bencana, sebanyak 347 sekolah telah kembali aktif.
Meski demikian, sekolah-sekolah yang belum aktif masih dalam proses pembersihan karena halaman sekolah masih tertutup lumpur dan membutuhkan bantuan alat berat untuk menanganinya.
"Kegiatan belajar mengajar sebagian besar dilakukan di sekolah, di ruang kelas yang sudah bersih. Sebagian besar sekolah masih berlumpur di halaman," ia mengungkapkan.
Pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 5 Januari 2026, sebanyak 3.709 guru dari total 3.902 hadir dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, sebanyak 28.433 siswa dari total 41.209 tercatat hadir di sekolah.
Hingga kini, hanya sekitar 15 persen sekolah terdampak yang benar-benar bersih dari lumpur, baik di ruang kelas maupun halaman.
Upaya pembersihan terus dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan relawan, TNI, Polri, ASN Pemerintah Aceh, serta para guru di masing-masing sekolah.
Sekolah yang Masih Membutuhkan Alat Berat
Sejumlah satuan pendidikan di jenjang PAUD/TK/KB yang masih membutuhkan alat berat antara lain:
- TK Al-Aziziyyah, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang
- TK ABA Rantau, Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau
- TK Islam Al Achnat, Kecamatan Manyak Payed
- TK ABA Kualasimpang, Kecamatan Kota Kualasimpang
- TK Al Furqan, Desa Suka Jadi, Kecamatan Banda Mulia
- KB Petuah Bangsa, Desa Landuh, Kecamatan Rantau
- TK Al Fathanah, Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau
- PAUD An-Nur, Kecamatan Banda Mulia
- TK Nusa Indah, Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kualasimpang
- TK Negeri Pembina Kejuruan Muda, Kecamatan Kejuruan Muda
- KB Al Ikhlas, Kecamatan Bendahara
- TK Raudhatul Hasanah, Kecamatan Rantau
Untuk jenjang sekolah dasar, berikut adalah sekolah yang masih membutuhkan alat berat:
- SDN Benua Raja, Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau
- SDN Sulum, Desa Sulum, Kecamatan Sekerak
- SD Negeri Pahlawan, Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru
- SDN Kampung Durian, Desa Durian, Kecamatan Rantau
- SDN Tanjung Seumantoh, Desa Kebun Seumantoh, Kecamatan Karang Baru
- SD Negeri Alur Bemban
- SDN Medang Ara, Desa Kebun Medang Ara, Kecamatan Karang Baru
- SDN Paya Kulbi
- SDN Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekerak
- SD Negeri 1 Pulau Tiga, Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu
Sedangkan pada jenjang SMP/sederajat, sekolah yang membutuhkan bantuan alat berat adalah:
- SMPN 9 Karang Baru, Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekerak
- SMPN 1 Bendahara, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara
- SMP Negeri 4 Seruway, Desa Gelong, Kecamatan Seruway
- SD Swasta Dharma Patra Rantau, Komplek Pertamina Rantau, Kecamatan Rantau
- SMP Negeri 2 Tamiang Hulu, Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka
- SMPN 3 Bendahara, Desa Raja, Kecamatan Bendahara
- SMP Negeri 2 Bendahara, Desa Telaga Muksa, Kecamatan Banda Mulia
- SMPN 4 Percontohan, Desa Perkebunan Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru
- SMP Negeri 4 Bendahara
- SMP Negeri 5 Karang Baru, Desa Sekerak, Kecamatan Sekerak
- Penulis :
- Arian Mesa








