Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Lifting Minyak 2025 Capai Target, Bahlil: Pertama Kali Tercapai Sejak 2016

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lifting Minyak 2025 Capai Target, Bahlil: Pertama Kali Tercapai Sejak 2016
Foto: (Sumber: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi paparan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri))

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat bahwa rata-rata lifting minyak bumi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD), atau 100,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 605 MBOPD.

"Target kita di APBN, lifting itu 605 MBOPD. Alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun sedikit," ungkap Bahlil dalam keterangannya.

Capaian Lifting Minyak Capai Rekor dalam Satu Dekade

Menurut Bahlil, capaian lifting minyak tahun ini menjadi yang pertama kali memenuhi target APBN sejak hampir satu dekade terakhir.

"Setelah itu, tidak pernah lagi lifting kita mencapai target. Alhamdulillah kali ini kita tercapai," ujarnya, merujuk pada tahun 2016 sebagai terakhir kali produksi migas menunjukkan peningkatan.

Data lifting tersebut juga sudah mencakup produksi Natural Gas Liquid (NGL) dan kondensat dari PT Donggi Senoro LNG.

Lifting Gas Belum Capai Target, Namun Tak Ada Impor LNG

Di sisi lain, lifting gas bumi sepanjang tahun 2025 tercatat rata-rata sebesar 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), lebih rendah dari target APBN yang sebesar 1.005 MBOEPD.

Angka lifting gas ini tidak termasuk NGL karena telah diperhitungkan sebagai bagian dari lifting minyak bumi.

Meskipun target lifting gas tidak tercapai, Bahlil tetap bersyukur karena Indonesia tidak melakukan impor Liquefied Natural Gas (LNG) sepanjang tahun.

Ia menyebutkan bahwa sempat ada wacana impor LNG sebanyak 40 hingga 50 kargo di awal tahun akibat dinamika pasar global, namun rencana tersebut akhirnya tidak terealisasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti