Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Doraemon Resmi Hentikan Penayangan di Televisi setelah 35 Tahun, Warganet Nostalgia dan Harap Tetap Hadir di Platform Digital

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Doraemon Resmi Hentikan Penayangan di Televisi setelah 35 Tahun, Warganet Nostalgia dan Harap Tetap Hadir di Platform Digital
Foto: Salah satu adegan dalam animasi "Doraemon the Movie: Nobita's Sky Utopia" (sumber: Twitter/@doraemonChannel)

Pantau - Anime legendaris Doraemon resmi tidak lagi tayang di televisi Indonesia mulai awal tahun 2026, mengakhiri masa tayang selama 35 tahun yang telah menjadi bagian dari rutinitas akhir pekan masyarakat.

Keputusan penghentian ini sontak memicu gelombang nostalgia dari warganet yang selama puluhan tahun telah mengikuti kisah Nobita, Sizuka, Giant, Suneo, dan sang robot kucing biru-putih, Doraemon.

Doraemon dikenal luas sebagai tontonan khas Minggu pagi yang menemani generasi demi generasi.

Kenangan Penonton tentang Doraemon

Galuh, salah satu warga yang tumbuh bersama Doraemon, mengungkapkan kenangan masa kecilnya yang lekat dengan tayangan ini.

"Ingin cepat-cepat hari Minggu biar bisa nonton ‘Doraemon’. Sampai senang banget kalau tidak jadi ke gereja pagi, karena bisa nonton ‘Doraemon’", ungkapnya.

Ia menilai bahwa berhentinya penayangan Doraemon di televisi bisa jadi disebabkan oleh perubahan zaman, di mana masyarakat kini lebih memilih menonton melalui platform digital.

Namun, Galuh menekankan bahwa kehadiran Doraemon masih penting.

"Selama masih ada di platform digital, tidak jadi masalah kalau tidak tayang di TV", ia mengungkapkan.

Hal serupa disampaikan oleh Satrio, yang mengenang Doraemon sebagai anime yang mengajarkan banyak hal melalui alat-alat canggih yang diberikan Doraemon kepada Nobita.

"Sering kali Nobita malah sial karena tidak menggunakan alat dengan benar", katanya.

Menurut Satrio, penyediaan Doraemon di platform digital akan membantu menjaga relevansinya bagi generasi muda saat ini.

Harapan agar Doraemon Tetap Bisa Diakses

Sementara itu, Angel mengungkapkan betapa kuatnya pengaruh Doraemon dalam masa kecilnya, terutama dari alat ikonik seperti baling-baling bambu.

"Baling-baling bambu mengingatkan kau akan indahnya hari Minggu pagi sebelum pergi ke gereja harus nonton dulu", ucapnya.

Ia berharap agar meskipun Doraemon tidak lagi tayang di televisi swasta, anime ini bisa tetap hadir melalui saluran nasional.

"Kalau bisa, setidaknya Doraemon ditayangkan di TV milik negara agar anak-anak Indonesia masih bisa menikmati ceritanya", harap Angel.

Penulis :
Shila Glorya