Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 4,32 Persen, Investor Global Alihkan Dana ke Aset Safe Haven

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Anjlok 4,32 Persen, Investor Global Alihkan Dana ke Aset Safe Haven
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Rabu di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

IHSG tercatat turun sebesar 343,19 poin atau sekitar 4,32 persen menjadi 7.596,58.

Pelemahan tersebut terjadi seiring dengan penurunan yang juga dialami sejumlah bursa saham di kawasan Asia.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menyatakan investor global saat ini cenderung mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap aman atau safe haven.

Aset tersebut antara lain emas, dolar Amerika Serikat, dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Saat bursa Asia melemah, investor global biasanya mengalihkan sebagian dana ke aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah AS, dan dolar AS, sambil menunggu kepastian arah sentimen global, juga meredanya tensi geopolitik," ungkapnya.

Reydi menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi profit taking oleh investor.

Aksi ambil untung tersebut terjadi setelah IHSG sebelumnya sempat mengalami kenaikan atau rally.

Dari sisi global, pelaku pasar masih dibayangi oleh ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pasar juga mencermati kekhawatiran terkait arah suku bunga global yang belum sepenuhnya mereda.

Kondisi tersebut memicu sikap risk off di banyak bursa saham kawasan Asia.

Ia menyebut investor asing cenderung melakukan aksi jual bersih atau net sell.

Aksi jual tersebut terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Reydi mengatakan, "Pendorong utamanya adalah rotasi dana ke aset yang lebih aman serta rebalancing portofolio global di tengah volatilitas pasar," jelasnya.

Data perdagangan pada Rabu pukul 12.00 WIB menunjukkan sebagian besar bursa saham di Asia juga mengalami penurunan.

Indeks Nikkei tercatat turun sebesar 2.178,10 poin atau sekitar 3,87 persen menjadi 54.101,00.

Indeks Shanghai turun sebesar 58,33 poin atau sekitar 1,41 persen menjadi 4.064,35.

Indeks KOSPI turun sebesar 542,93 poin atau sekitar 9,37 persen menjadi 5.248,98.

Indeks Hang Seng melemah sebesar 692,58 poin atau sekitar 2,69 persen menjadi 25.075,49.

Indeks Kuala Lumpur turun sebesar 9,56 poin atau sekitar 0,56 persen menjadi 1.702,39.

Indeks Strait Times juga turun sebesar 120,50 poin atau sekitar 2,44 persen menjadi 4.796,14.

Reydi memperkirakan pergerakan IHSG sepanjang hari tersebut akan berlangsung volatil.

Namun IHSG masih berpeluang bertahan pada area support di kisaran level 7.600 hingga 7.500.

Ia mengatakan, "Jika tekanan jual asing tidak terlalu agresif, pelemahan cenderung bersifat teknikal dan bisa terbatas," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti