
Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat.
Informasi tersebut disampaikan Gedung Putih pada Selasa, 6 Januari 2026, di tengah kembali menguatnya wacana pengambilalihan wilayah strategis di kawasan Arktik tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut akuisisi Greenland sebagai kepentingan strategis utama bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
"Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan hal ini penting untuk mencegah para pesaing kami di kawasan Arktik," ujar Leavitt.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Trump bersama tim kebijakan luar negerinya sedang mendiskusikan berbagai opsi yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan tersebut.
"Tentu saja, penggunaan militer Amerika Serikat selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan Panglima Tertinggi," kata Leavitt.
Penolakan Denmark dan Ketegangan Diplomatik
Pernyataan Gedung Putih ini muncul setelah Presiden Trump kembali menyerukan pengambilalihan Greenland demi kepentingan strategis Amerika Serikat.
Seruan tersebut disampaikan sehari setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pada Minggu, 4 Januari, Trump secara terbuka menyatakan, "Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya."
Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark dan telah berulang kali menolak wacana pemindahan kedaulatan kepada Amerika Serikat.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, sebelumnya meminta Presiden Trump untuk menghentikan berbagai ancaman dan pernyataan terkait rencana akuisisi Greenland.
Hingga kini, pemerintah Denmark tetap menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual dan status kedaulatannya tidak dapat dinegosiasikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








