Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pelunasan Biaya Haji Capai 95 Persen, Pemerintah Siapkan Petugas dan Kesehatan Jamaah Secara Ketat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pelunasan Biaya Haji Capai 95 Persen, Pemerintah Siapkan Petugas dan Kesehatan Jamaah Secara Ketat
Foto: (Sumber: Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf dalam wawancara cegat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA/Asep Firmansyah/aa..)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan bahwa hingga Rabu sore, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk jamaah calon haji reguler telah mencapai 95,42 persen.

Sementara itu, pelunasan untuk jamaah calon haji khusus telah mencapai sekitar 96 persen.

“Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah dalam dua hari ke depan kita bisa mencapai 100 persen,” ujar pihak Kemenag.

Pada penyelenggaraan haji tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221.000 orang, terdiri atas:

  • 203.320 orang (92 persen) untuk haji reguler
  • 17.680 orang (8 persen) untuk haji khusus

Jumlah tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Penyelenggaraan Haji.

Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Diperketat Sesuai Permintaan Saudi

Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh jamaah yang telah melunasi biaya dipastikan telah menjalani pemeriksaan kesehatan istitha’ah.

Pemeriksaan kesehatan pada musim haji tahun ini dilakukan lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya, untuk memastikan kesiapan fisik jamaah.

“Ini juga untuk mengakomodasi permintaan dari Kementerian Haji Saudi agar jamaah haji yang berangkat benar-benar siap secara fisik, bukan hanya secara mental,” jelas Irfan.

Meski pemeriksaan diperketat, ia memastikan bahwa layanan medis tetap menjadi prioritas utama selama penyelenggaraan ibadah haji.

Kesehatan jamaah disebut sebagai fokus utama dalam seluruh tahapan persiapan haji tahun ini.

Petugas Haji Disiapkan Secara Ketat dan Transparan

Irfan menekankan bahwa petugas haji adalah representasi layanan negara kepada jamaah, sehingga dipersiapkan melalui pelatihan intensif.

“Petugas haji adalah perwakilan layanan negara kepada jamaah haji. Karena itu kita siapkan mereka selama satu bulan agar benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Proses rekrutmen petugas dilakukan secara terbuka dengan menjunjung prinsip bersih, jujur, dan transparan, agar publik dapat mengawasi prosesnya.

Rabu ini juga menjadi hari penutupan Training of Trainers (TOT) bagi para fasilitator petugas haji.

Tercatat sebanyak 179 fasilitator telah menyelesaikan pelatihan dan siap melatih petugas haji lainnya.

Diklat Petugas Haji Dimulai 10 Januari 2026

Pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk petugas haji akan dimulai pada 10 Januari 2026, dan akan berlangsung selama satu bulan di dalam negeri sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Selama masa diklat, petugas haji akan menerima materi yang mencakup:

  • Kesiapan fisik
  • Pemahaman tentang tugas di Saudi
  • Pembekalan fikih haji
  • Bahasa Arab standar yang berguna untuk pelayanan langsung kepada jamaah

Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh aspek penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal, dari pelunasan biaya hingga kesiapan petugas dan kesehatan jamaah.

Penulis :
Ahmad Yusuf