
Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sebagai bagian dari penguatan respons kesehatan dalam situasi bencana.
Pengakuan Standar Internasional EMT Muhammadiyah
Budi Gunadi Sadikin menegaskan EMT Muhammadiyah merupakan EMT pertama di Indonesia yang memenuhi standar WHO.
Ia menjelaskan EMT adalah tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana.
Menurut Budi, EMT terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi kedaruratan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional.
Pengakuan tersebut ditandai dengan penyerahan Confirmation Letter EMT Global Classification kepada EMT Muhammadiyah.
Penyerahan dilakukan di Aula Masjid KH. Sudja PKU Muhammadiyah Gamping pada 19 Oktober 2025.
Peran Muhammadiyah dalam Layanan Medis Kebencanaan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan pengembangan EMT di lingkungan Muhammadiyah telah dilakukan sejak tahun 2007.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas medis kebencanaan Muhammadiyah.
Haedar menyampaikan Muhammadiyah awalnya menyiapkan 25 rumah sakit untuk menghadapi keadaan darurat.
Ia menyebutkan pada akhirnya sebanyak 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam layanan medis, termasuk saat banyak rumah sakit lain ketakutan menangani kondisi pada masa COVID.
Pada tahap awal, pengembangan tim medis Muhammadiyah dikenal dengan nama Disaster Medical Committee sebelum berkembang menjadi EMT.
EMT Muhammadiyah berada dalam koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center yang merupakan lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
EMT Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan darurat dalam mendukung sistem penanganan bencana nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








