Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indeks Kesehatan Laut Indonesia Naik, Tapi Nelayan Kecil Belum Rasakan Dampaknya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indeks Kesehatan Laut Indonesia Naik, Tapi Nelayan Kecil Belum Rasakan Dampaknya
Foto: (Sumber: Arsip foto - Warga berada di atas kapal saat mengikuti pelepasan sesajen ke laut dalam tradisi sedekah laut Nadran nelayan Muara Angke di Jakarta, Selasa (22/7/2025). Nelayan di Muara Angke menggelar tradisi Nadran atau sedekah laut sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang mereka peroleh. ANTARA FOTO/Fauzan/bar.)

Pantau - Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menilai kenaikan peringkat Ocean Health Index (OHI) Indonesia tahun 2025 belum berdampak nyata terhadap kesejahteraan nelayan kecil dan keberlanjutan ekosistem laut.

Meskipun posisi Indonesia naik dari peringkat 189 ke 168 dari total 220 negara, skor OHI nasional tetap berada di angka 66, masih di bawah rata-rata global yang mencapai 72.

Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna, menyatakan bahwa hal ini menunjukkan kebijakan kelautan dan perikanan Indonesia belum sepenuhnya berpihak pada keseimbangan lingkungan maupun ekonomi nelayan kecil.

Empat Indikator Strategis Mengalami Penurunan

Dari 10 indikator penyusun OHI, empat indikator strategis justru mengalami penurunan, yaitu:

  • Penyediaan makanan
  • Peluang penangkapan ikan tradisional
  • Perlindungan pesisir
  • Mata pencaharian dan ekonomi

Skor penyediaan makanan menjadi yang terendah di antara seluruh indikator, yaitu 24, mencerminkan masih lemahnya pengelolaan sektor perikanan tangkap dan budidaya.

KPPMPI juga menyoroti masih maraknya penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan serta praktik budidaya yang merusak ekosistem laut.

Nelayan Kecil Hadapi Penyempitan Wilayah Tangkap

Skor peluang penangkapan ikan tradisional turun dari 93 menjadi 72, mengindikasikan bahwa wilayah tangkap nelayan kecil semakin menyempit dan hak tenurial mereka berada dalam ancaman serius.

Sementara itu, indikator perlindungan pesisir tercatat turun menjadi 79, dan mata pencaharian dan ekonomi turun menjadi 64, menunjukkan bahwa ekosistem pesisir semakin tertekan dan hilirisasi sektor perikanan belum maksimal dalam menciptakan lapangan kerja.

“Sektor perikanan belum mampu menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja, padahal potensinya sangat besar,” ungkap Hendra Wiguna.

KPPMPI Desak Perlindungan Nelayan Kecil dan Ekosistem Laut

KPPMPI mendorong pemerintah untuk segera:

  • Memperkuat perlindungan terhadap nelayan kecil
  • Menjamin kebijakan kelautan dan perikanan sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan

“Laut yang sehat hanya bisa terwujud jika nelayan kecil dilindungi, ekosistem dijaga, dan kebijakan benar-benar berpihak pada keberlanjutan,” tegas Hendra.

Penulis :
Ahmad Yusuf