Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Minta Sekolah Kembali Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Minta Sekolah Kembali Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Foto: (Sumber: Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief. Foto: Arifman/Karisma)

Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief meminta sekolah-sekolah kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan pendidikan menyusul meningkatnya kasus influenza A H3N2 atau superflu.

Permintaan tersebut disampaikan karena peningkatan kasus superflu dilaporkan terjadi di sejumlah negara termasuk Indonesia.

Habib Syarief menyampaikan pandangannya melalui rilis yang diterima Parlementaria pada Jumat 9 Januari 2025.

Sekolah Dinilai Rentan Jadi Lokasi Penularan

Habib menilai peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele karena sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi.

Ia menyampaikan, “Peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit menular termasuk superflu.

Lingkungan sekolah yang padat aktivitas dinilai membutuhkan perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.

Protokol Kesehatan dan Peran Orang Tua

Habib menilai penerapan protokol kesehatan dasar perlu kembali dibiasakan dalam aktivitas belajar mengajar.

Protokol kesehatan tersebut meliputi penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan.

Ia menyoroti bahwa masih banyak sekolah yang telah memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun di ruang kelas.

Habib Syarief menyampaikan, “Masih banyak sekolah yang memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun ruang kelas. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Ia mendorong sekolah untuk membiasakan siswa mencuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai.

Pengawasan dari guru dan pihak sekolah dinilai penting agar kebiasaan hidup bersih dan sehat diterapkan secara konsisten.

Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga dinilai efektif untuk menekan risiko penularan virus.

Habib Syarief menyampaikan, “Masker dapat membantu mencegah penyebaran virus penyebab demam, nyeri sendi, dan gejala superflu lainnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan penularan superflu.

Menurutnya, siswa yang sedang sakit seharusnya tidak dipaksakan untuk berangkat ke sekolah.

Habib Syarief menyampaikan, “Kesadaran orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak sakit, sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke siswa lain,” tuturnya.

Habib menilai sosialisasi mengenai superflu perlu digencarkan kepada siswa, tenaga pendidik, dan orang tua.

Ia menyampaikan, “Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan langkah perlindungan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” ucapnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Habib juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah.

Habib Syarief menyampaikan, “Vaksinasi merupakan bentuk pencegahan yang terbukti efektif. Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan,” tegasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti