
Pantau - Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, mencatat sejarah dengan melaksanakan panen perdana padi gogo pada pekan pertama Januari 2026, setelah puluhan tahun tidak ada aktivitas pertanian padi di wilayah tersebut.
Bukti Potensi Pertanian di Wilayah Perbatasan
Kegiatan panen ini merupakan hasil uji coba yang dilakukan oleh BUMDes Bedung Lestari untuk membuktikan bahwa Desa Sebadai Ulu memiliki potensi dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Acara panen digelar terbuka di atas lahan tidak sepenuhnya rata dan dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin, turut hadir dan menjadi simbol penting atas dimulainya kebangkitan pertanian di daerah perbatasan.
Meski tengah mengalami gangguan saraf terjepit, Jarmin tetap datang berjalan kaki melewati lapangan demi menjaga kondisi rumput.
Dalam sambutannya, Jarmin menyampaikan bahwa seluruh biaya uji coba penanaman padi gogo ini berasal dari anggaran desa.
Pemerintah Kabupaten Natuna memberikan pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk memastikan metode tanam, pemupukan, dan pengendalian hama dilakukan secara tepat.
Dari lahan seluas sekitar dua hektare, panen padi gogo menghasilkan delapan ton gabah kering panen, atau rata-rata empat ton per hektare, dan diperkirakan menghasilkan sekitar empat ton beras.
Target Nasional Terlampaui, Swasembada dari Perbatasan Dimulai
Keberhasilan panen ini disambut gembira oleh pengurus BUMDes dan pemerintah desa sebagai bukti bahwa lahan kering Natuna memiliki potensi untuk pertanian pangan.
Pemerintah desa berharap panen ini dapat memotivasi petani lainnya untuk ikut menanam padi dan memperluas lahan pertanian dengan mengandalkan budaya "latah" masyarakat Indonesia.
Pemerintah pusat sebelumnya menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi di Natuna sebesar 65 hektare pada 2025, namun realisasi justru mencapai 102,25 hektare hingga akhir tahun, atau melampaui target lebih dari 37 hektare.
Dari luas tanam tersebut, produksi gabah kering panen diperkirakan mencapai 194,29 ton hingga November 2025.
Capaian ini menunjukkan bahwa Natuna, yang selama ini dikenal sebagai wilayah maritim, juga memiliki potensi pertanian yang sangat signifikan.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan jenjang pemerintahan, mulai dari pusat hingga desa.
Dukungan yang diberikan mencakup sarana dan prasarana pertanian, benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, pembangunan drainase, serta pendampingan teknis berkelanjutan.
Panen padi gogo di Sebadai Ulu menjadi simbol bahwa swasembada beras dapat diwujudkan juga dari wilayah perbatasan, bukan hanya dari sentra-sentra pertanian di Pulau Jawa atau Sumatera.
Meski total panen 2025 belum mencukupi kebutuhan beras masyarakat Natuna yang mencapai 6.000 ton, capaian ini membuktikan bahwa tanah Natuna cocok untuk ditanami padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, menyampaikan bahwa padi gogo juga sedang diuji coba di Kecamatan Serasan (10 hektare) dan Bunguran Tengah (4 hektare), dengan hasil panen yang masih ditunggu.
- Penulis :
- Gerry Eka







