
Pantau - Tim peneliti Jepang mengembangkan inovasi melon jenis muskmelon yang dapat dimatangkan sesuai permintaan dengan menonaktifkan gen penghasil etilen sehingga buah tetap keras dan hijau hingga dua bulan setelah panen.
Nonaktifkan Gen Penghasil Etilen
Riset tersebut dilakukan oleh National Agriculture and Food Research Organization bersama University of Tsukuba guna mengatasi masa simpan melon yang relatif singkat.
Teknik yang dikembangkan menonaktifkan gen yang memproduksi etilen yaitu hormon tanaman yang mempercepat proses pematangan buah.
Dengan teknologi ini melon dapat dikirim dalam kondisi belum matang sepenuhnya lalu dipacu pematangannya menggunakan etilen sebelum sampai ke konsumen.
Pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan pada buah lain seperti pisang untuk mengatur waktu kematangan saat distribusi.
Dukung Ekspor dan Kurangi Pemborosan
Inovasi ini diharapkan membantu produsen mengatur waktu pematangan secara lebih efisien terutama untuk kebutuhan ekspor.
Pihak peneliti menargetkan komersialisasi melon dengan teknologi baru tersebut dalam waktu tiga tahun setelah memperoleh persetujuan pemerintah.
Permintaan melon Jepang di pasar luar negeri terus meningkat dengan volume ekspor pada 2025 tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 2015.
Negara tujuan utama ekspor melon Jepang meliputi Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia.
Pengembangan ini diharapkan memperlancar distribusi internasional, mengurangi risiko pembusukan cepat, serta menekan potensi pemborosan pangan.
- Penulis :
- Gerry Eka







