Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pelabuhan Weifang Buka Rute Kargo Curah Baru ke ASEAN, Kirim 75 Unit Alat Konstruksi ke Kamboja

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pelabuhan Weifang Buka Rute Kargo Curah Baru ke ASEAN, Kirim 75 Unit Alat Konstruksi ke Kamboja
Foto: (Sumber: Puluhan mobil sedang berada di area Pelabuhan Weifang. Provinsi Shandong, China timur. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Sebanyak 75 unit kendaraan konstruksi dan berbagai peralatan diberangkatkan dari Dermaga No.8 Area Pelabuhan Weifang, Provinsi Shandong, China timur, menuju Kamboja melalui jalur kargo curah reguler.

Pengiriman tersebut menandai pembukaan resmi rute pasokan ke Kamboja dalam proyek Merantau ke Asia Tenggara Xia Nan Yang di Era Baru.

Area Pelabuhan Weifang berada di bawah Pelabuhan Teluk Bohai dan kini memperluas jaringan distribusi ke pasar ASEAN.

Para pekerja menyusun tata ruang kapal secara cermat agar kendaraan besar dapat diangkut bersama bahan lain secara terpadu guna memaksimalkan efisiensi pengiriman.

Untuk memenuhi permintaan alat berat dari Asia Tenggara, pelabuhan menerapkan metode pengangkutan bertumpang dengan penempatan kendaraan dalam beberapa lapisan secara stereometri di ruang kapal terbatas.

Layanan Bea Cukai Dipercepat

Pos pemeriksaan perbatasan Weifang membuka jalur khusus untuk kargo tersebut dengan dukungan aplikasi seluler dalam pengajuan pemeriksaan dan pendaftaran lebih awal untuk memangkas waktu tunggu serta biaya transportasi.

“Kami sebelumnya sudah berkontak dengan perusahaan agen dan pelaku bisnis serta berkoordinasi dengan lembaga bea cukai dan pengurus kemaritiman. Loket satu atap bea cukai juga dibuka langsung di pelabuhan, yang menyediakan layanan terpersonalisasi, berupaya penuh menjamin proses bea cukai yang mulus,” ujar Zhen Yuan dari pos pemeriksaan.

Sebelumnya, Area Pelabuhan Weifang telah membuka dan menyempurnakan rute kargo curah dan kendaraan konstruksi ke Vietnam dan Indonesia.

Dengan layanan operasional yang andal, pelabuhan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat pengiriman produk buatan Shandong ke pasar negara-negara ASEAN.

Penulis :
Gerry Eka