
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Sumber Daya Air melakukan pengerukan lumpur sedimen di Kali Sepak, Kecamatan Kembangan, sebagai upaya antisipasi banjir di wilayah Jakarta Barat.
Sebanyak 10 truk atau sekitar 140 meter kubik lumpur berhasil dikeruk dari aliran Kali Sepak.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau langsung kegiatan pengerukan tersebut pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam kegiatan itu, dikerahkan tiga alat berat dan 20 personel untuk mempercepat proses pengerukan.
Iin Mutmainnah menjelaskan kapasitas pengangkutan lumpur dilakukan dengan sistem dua kali pengangkutan per hari.
"Jadi, kita turunkan tiga alat berat dengan 20 personel. Satu truk itu bisa angkut tujuh meter kubik. Nah, kita kan ada 10 truk. Satu hari, dua kali pengangkutan. Jadi, totalnya 140 meter kubik lumpur," ujarnya.
Lumpur hasil pengerukan Kali Sepak kemudian dibuang ke kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Pengerukan Kali Sepak telah dimulai sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.
Panjang Kali Sepak diketahui mencapai sekitar 1,4 kilometer.
Iin Mutmainnah mengungkapkan adanya keterlambatan di beberapa titik pengerukan akibat proses pemindahan alat berat.
"Panjang Kali Sepak ini kan kurang lebih 1,4 kilometer. Jadi, kalau melihat durasi waktunya, ini ada beberapa titik delay-nya karena penggantian lokasi. Alat ini kan tidak mungkin bisa langsung jalan ke lokasi tersebut, sehingga ada pemindahan, ini membutuhkan waktu," katanya.
Sebelumnya, Sudin SDA Jakarta Barat telah melakukan pengerukan endapan lumpur di 11 kali besar sebagai langkah antisipasi banjir di musim hujan.
Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari menyebutkan 11 kali yang dikeruk tersebar di sejumlah kecamatan.
"Ada 11 kali yang sedang kita keruk, yaitu Kali Semongol, Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris, Kali Cibubur, Kali Sepak, PHB Copylas, Kali Maja, Kali Mookervart Kecamatan Cengkareng dan Kalideres, PHB Taman Palem, PHB Wali Kota," ungkapnya.
Pengerukan endapan lumpur tersebut bertujuan agar saluran air dan kali mampu menampung debit air lebih besar.
Dengan kapasitas tampung yang meningkat, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar dan genangan dapat diminimalkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







