
Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mengapresiasi kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM subsidi dan LPG subsidi karena dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Apresiasi Kebijakan dan Dampak Ekonomi
Rokhmat menyampaikan bahwa keputusan pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Ia mengatakan, "BBM subsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan. Ini langkah yang sangat baik oleh pemerintah, menunjukkan bahwa Bapak Presiden Prabowo Subianto sangat empati dan peduli kepada masyarakat. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya".
Menurutnya, kebijakan tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta menjaga keharmonisan sosial di masyarakat.
Ia menambahkan, "Ini penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, dan keharmonisan di tengah masyarakat".
Sorotan Infrastruktur dan Distribusi Energi
Selain itu, Rokhmat menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur energi nasional, khususnya fasilitas penyimpanan BBM dan LPG yang dinilai sudah berusia puluhan tahun.
Ia menegaskan, "Storage tank yang sudah puluhan tahun harus segera diremajakan. Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi menyangkut ketahanan energi dan masa depan bangsa".
Rokhmat juga menyoroti kondisi armada kapal milik Pertamina yang dinilai sudah tua serta pentingnya perbaikan pelabuhan untuk mendukung distribusi energi.
Ia menjelaskan, "Peremajaan kapal dan perbaikan pelabuhan sangat penting karena pelabuhan adalah instrumen utama distribusi BBM dan LPG".
Komisi XII turut mencatat adanya perubahan pola konsumsi BBM di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni penurunan penggunaan Pertalite serta peningkatan BBM non-subsidi seperti Solar Dexlite, Solar Dex, dan Pertamax.
Rokhmat mengatakan, "Tadi kami mendapat laporan adanya penurunan pembelian Pertalite dan peningkatan penggunaan BBM non-subsidi. Ini kami apresiasi karena menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik".
Pengawasan Distribusi BBM di Jawa Tengah dan DIY
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menegaskan bahwa kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan stabilitas dan ketersediaan BBM di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya berdiskusi dengan pemerintah dan Pertamina Patra Niaga terkait kondisi distribusi energi.
Ratna menyampaikan, "Kami Komisi XII DPR RI berdiskusi dengan Direktur Pembinaan Hilir Migas dan juga sahabat-sahabat dari Pertamina Patra Niaga serta Eksekutif General Manager wilayah Jawa Tengah dan DIY. Kami mengecek sejauh mana stabilitas dan ketersediaan BBM secara umum, khususnya di Jawa Tengah dan DIY".
Ia menekankan pentingnya kelancaran distribusi BBM, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Yogyakarta.
Ratna mengatakan, "Tentu, Kunjungan Kerja Masa Reses ini kami harapkan tidak selesai hanya dengan pertemuan saja, tetapi juga harus berujung pada hadirnya kebijakan yang diimplementasikan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan masyarakat".
Komisi XII DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal sektor energi nasional, dengan fokus pada stabilitas pasokan BBM agar tetap terjangkau dan merata serta penguatan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
- Penulis :
- Shila Glorya







