Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gubernur DKI Pramono Anung Minta Maaf Usai Tunanetra Jatuh ke Got di Halte Transjakarta

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gubernur DKI Pramono Anung Minta Maaf Usai Tunanetra Jatuh ke Got di Halte Transjakarta
Foto: Penumpang bersiap memasuki bus Transjakarta di Halte Bundaran HI, Jakarta, Jumat 2/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden seorang wanita tunanetra yang jatuh ke dalam got di halte Transjakarta karena tidak mendapat bantuan dari petugas.

Insiden ini menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @folkkonoha, tampak seorang wanita berkerudung yang masih mengenakan helm duduk sambil memegang tongkat, dengan pakaian dan tas yang tampak kotor karena terkena air got.

Gubernur Akan Beri Teguran ke Manajemen Transjakarta

Pramono menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan manajemen Transjakarta atas insiden ini.

"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta. Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta agar menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi penyandang disabilitas.

"Secara khusus untuk ini, saya minta maaf," ungkapnya.

Transjakarta Siap Evaluasi dan Dampingi Korban

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menyatakan keprihatinannya.

Tjahyadi juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang menjadi korban.

"Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan. Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang," kata Tjahyadi.

Insiden ini diduga terjadi karena korban tidak mendapatkan pendampingan dari petugas Transjakarta saat membutuhkan bantuan di area halte.

Saat ini, pihak Transjakarta tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur layanan bagi penyandang disabilitas.

Penulis :
Leon Weldrick