Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Sebut Pertanian Jadi Bukti Nyata Keberhasilan Pemerintah: Swasembada Beras Tercapai Hanya dalam Satu Tahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Prabowo Sebut Pertanian Jadi Bukti Nyata Keberhasilan Pemerintah: Swasembada Beras Tercapai Hanya dalam Satu Tahun
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-Kementan)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu contoh nyata keberhasilan kerja pemerintah yang membanggakan dan strategis bagi kemandirian bangsa.

Pernyataan ini disampaikan saat Presiden meresmikan Kilang Minyak RDMP Balikpapan, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pertanian di Jakarta.

Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target

Presiden menegaskan bahwa capaian di sektor pertanian tidak hanya penting dari sisi produksi pangan, tetapi juga sebagai pondasi membangun rasa percaya diri nasional.

"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan dari pada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan," ungkapnya.

Prabowo menyampaikan bahwa saat dilantik pada 20 Oktober 2024, ia menargetkan swasembada beras dalam waktu empat tahun.

Namun, target itu justru berhasil dicapai hanya dalam satu tahun berkat kerja keras tim dan sinergi antar kementerian serta lembaga.

"Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras dari pada tim kita dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L-K/L bekerja sama semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," tegasnya.

Reformasi Pupuk dan Dampaknya terhadap Petani

Salah satu reformasi penting yang dilakukan pemerintah adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi.

Pemerintah menghapus 145 regulasi dan menyederhanakan perizinan distribusi pupuk, sehingga kini petani hanya membutuhkan KTP dan persetujuan kepala desa untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Langkah ini berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Prabowo menambahkan bahwa harga pupuk bersubsidi juga telah diturunkan sebesar 20 persen tanpa menghilangkan margin keuntungan produsen.

"Tapi, saya kasih kasih tahu biarlah pabrik dapat keuntungan 5 persen sehingga kita turunkan cukup 20 persen, tetapi petani sudah sangat terima kasih. Dan walaupun kita turunkan harga ternyata volume pupuk naik 700.000 ton. Jadi petani sekarang harga terjangkau, barang ada," jelasnya.

Presiden menyebut bahwa kondisi petani beras saat ini merupakan yang terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia.

"Perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik, nilai tukar petani naik dari 106 menjadi 125 (persen) tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," tegasnya.

Kemandirian Pangan sebagai Pilar Negara Merdeka

Prabowo menekankan bahwa negara yang merdeka harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor.

"Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar negara tersebut. Dan ini harus kita yakini," ujarnya.

Presiden juga menyerukan agar keberhasilan di sektor pertanian menjadi teladan bagi sektor-sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

Menurutnya, capaian ini hanya mungkin dicapai melalui keberanian dalam melakukan reformasi dan keberpihakan nyata terhadap rakyat.

"Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain," pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf