
Pantau - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil karbon biru (blue carbon) berkat kekayaan ekosistem pesisir dan laut yang dimilikinya.
Bangka Belitung Berpotensi Jadi Blue Carbon Island
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Profesor Luky Adrianto, menyatakan bahwa Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi ekonomi yang tinggi melalui perdagangan kredit karbon dari ekosistem pesisirnya.
"Kekayaan ekosistem pesisir dan laut daerah ini memiliki potensi ekonomi besar melalui perdagangan kredit karbon," ungkapnya.
Menurutnya, Babel layak disebut sebagai blue carbon island karena memiliki sumber daya alam berupa pesisir, laut, pulau-pulau kecil, dan hutan mangrove yang luas.
Profesor Luky menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai pengelolaan lingkungan pesisir dan laut di daerah tersebut.
"Memilihara ekosistem mangrove yang nantinya ada blue carbon free diserap dan kemampuan penyerapan tersebut dapat meningkatkan perekonomian Kepulauan Babel," katanya.
Kredit Karbon Bisa Dorong Ekonomi Daerah
Profesor Luky menjelaskan bahwa kemampuan menyerap satu ton karbon bisa dijual sebagai kredit karbon, seperti yang telah terjadi di Jakarta.
Di Jakarta, satu ton karbon berhasil dilelang dengan nilai sebesar 358 dolar Amerika Serikat per ton.
"Kalau potensi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah ini tentunya kemajuan perekonomian daerah ini semakin baik," ia menambahkan.
Ia pun berharap pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, segera merumuskan kebijakan yang mendukung pemanfaatan karbon biru demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Blue carbon ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi tinggi, tetapi secara tidak langsung kita sudah menjaga dan memelihara ekosistem serta lingkungan pesisir dan laut di daerah kepulauan ini," jelasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







