Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komitmen Revitalisasi Museum Pasir Angin Ditegaskan Menteri Kebudayaan demi Menarik Minat Generasi Muda

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komitmen Revitalisasi Museum Pasir Angin Ditegaskan Menteri Kebudayaan demi Menarik Minat Generasi Muda
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meninjau Museum Situs Pasir Angin yang berlokasi di Desa Pasir Angin, KecamatanCibungbulang, Kabupaten Bogor. ANTARA/HO-Kemenbud.)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong revitalisasi Museum Situs Pasir Angin di Kabupaten Bogor agar semakin relevan bagi publik, khususnya generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan Fadli Zon saat meninjau langsung Museum Situs Pasir Angin di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, “Ini merupakan satu situs bersejarah yang ke depan kita harapkan dapat kita revitalisasi dan kita lengkapi data-data temuannya, sehingga situs ini bisa semakin menarik bagi generasi muda untuk datang dan belajar tentang sejarah yang ada di Pasir Angin,” ungkapnya.

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kekayaan tinggalan budaya serta potensi pengembangan situs sebagai ruang pembelajaran sejarah yang lebih terbuka dan kontekstual.

Nilai Sejarah Berlapis di Kawasan Pasir Angin

Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya nilai sejarah yang terkandung di kawasan Pasir Angin.

Fadli Zon menyampaikan, “Di situs ini kita bisa melihat berbagai lapis kebudayaan, dari era neolitik, kemudian era klasik, sampai ke era kolonial. Banyak temuan yang bisa kita lihat di sini, mulai dari arca hingga artefak lain yang sudah dilengkapi dengan keterangan,” katanya.

Keberadaan Situs Pasir Angin dipandang sebagai bagian dari lanskap sejarah yang luas dan tidak berdiri sendiri.

Ia menjelaskan, “Tempat ini sudah diteliti dan dieskavasi sejak tahun 70-an. Ini merupakan satu bagian dari ekosistem yang tidak bisa dipisahkan dari wilayah sungai Cianten dan Cisadane, karena sungai adalah pusat kehidupan, peradaban, dan perdagangan,” jelasnya.

Salah satu temuan penting dari kawasan Pasir Angin adalah topeng emas yang kini tersimpan di BRIN Cibinong.

Fadli Zon mengungkapkan, “Topeng emas yang ditemukan di sini memberikan gambaran tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat di masa lalu yang ada di sekitar situs Pasir Angin ini,” ujarnya.

Jejak Sejarah Modern dan Perkembangan Museum

Selain tinggalan prasejarah dan klasik, Menteri Kebudayaan juga meninjau Tugu Jepang yang berada di kawasan situs.

Tugu Jepang tersebut menandai peristiwa sejarah abad ke-20 ketika kawasan Pasir Angin menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Sekutu dan Jepang.

Fadli Zon menyampaikan, “Wilayah ini merupakan bukit tertinggi yang bisa memantau seluruh area. Pada masa itu tentu belum banyak pohon seperti sekarang, sehingga dari sini bisa melihat langsung alur pergerakan tentara dan dinamika pertempuran,” katanya.

Museum Situs Pasir Angin menyimpan berbagai lapisan kebudayaan mulai dari era prasejarah hingga masa sejarah.

Situs Pasir Angin telah diteliti secara intensif sejak tahun 1970 hingga 1975 oleh tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di bawah pimpinan arkeolog R.P. Soejono.

Hasil ekskavasi menemukan beragam artefak yang terbuat dari batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, dan gerabah.

Pada tahun 1976 didirikan sebuah bangunan di sekitar area penggalian sebagai tempat penyimpanan benda-benda temuan.

Bangunan tersebut kemudian berkembang menjadi Museum Situs Pasir Angin yang dapat dikunjungi masyarakat luas sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf