
Pantau - Pemerintah China melayangkan protes keras terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mengirimkan persembahan ke Kuil Yasukuni di Tokyo karena dinilai sebagai simbol penghormatan terhadap militerisme masa perang.
Protes tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (21/04/2026).
China Kecam dan Ajukan Protes Diplomatik
Guo Jiakun menegaskan China menentang keras langkah Jepang yang dianggap mencederai sejarah dan melukai korban perang di kawasan Asia.
"China menentang dengan tegas dan mengutuk keras langkah-langkah negatif terbaru Jepang yang berkaitan dengan Kuil Perang Yasukuni, kami pun telah menyampaikan protes yang serius dan keras kepada pihak Jepang," ujarnya.
Ia menyebut Kuil Yasukuni sebagai simbol militerisme Jepang yang berkaitan dengan agresi masa lalu.
"Kuil Yasukuni merupakan instrumen spiritual sekaligus simbol bagi kaum militeris Jepang yang bertanggung jawab atas terjadinya perang agresi. Pada kenyataannya, tempat ini merupakan sebuah kuil bagi para penjahat perang," ungkapnya.
Guo juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengingkaran terhadap tanggung jawab sejarah dan memicu kemarahan komunitas internasional.
Kontroversi Kuil Yasukuni dan Respons Jepang
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diketahui mengirimkan persembahan berupa ranting pohon masakaki bertepatan dengan festival musim semi di kuil tersebut.
Langkah ini mengikuti praktik sejumlah pejabat Jepang sebelumnya yang juga memberikan penghormatan serupa.
Kuil Yasukuni menjadi kontroversial karena menghormati sekitar 2,5 juta arwah korban perang Jepang, termasuk 14 penjahat perang kelas A yang divonis dalam Pengadilan Tokyo.
China menilai tindakan pejabat Jepang yang terus melakukan penghormatan di kuil tersebut sebagai provokasi terhadap negara-negara korban agresi Jepang pada masa lalu.
"Langkah-langkah semacam itu telah dikecam secara luas dan ditolak dengan tegas oleh komunitas internasional dan Jepang harus melakukan introspeksi diri yang serius. Akankah Jepang terus membiarkan bayang-bayang militerisme menyebar?" tegas Guo.
Kuil Yasukuni yang berdiri sejak 1869 tersebut setiap tahun dikunjungi jutaan orang sebagai tempat penghormatan bagi mereka yang gugur dalam perang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








