Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rycko Menoza Tekankan Akses dan Konektivitas Jadi Kunci Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rycko Menoza Tekankan Akses dan Konektivitas Jadi Kunci Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta
Foto: (Sumber: Komisi VII DPR RI Rycko Menoza.)

Pantau -  Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza menegaskan bahwa wajah Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan, tetapi juga oleh kemudahan akses dan konektivitas transportasi bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rycko Menoza saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney di Bandara Soekarno-Hatta.

Sorotan Akses dan Infrastruktur Pendukung

Rycko menilai pembangunan fisik bandara yang masif tidak boleh mengabaikan persoalan akses menuju dan dari bandara.

Ia menyoroti bahwa meskipun telah tersedia transportasi umum seperti kereta api bandara, belum semua masyarakat merasakan kemudahan akses tersebut.

Menurutnya, jarak dan waktu tempuh menuju Bandara Soekarno-Hatta hingga kini masih belum dapat dipastikan secara konsisten.

Rycko juga menyinggung persoalan banjir di sejumlah jalur menuju bandara yang berpotensi mengganggu mobilitas penumpang dan rute penerbangan.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem transportasi udara yang terintegrasi.

Dorongan Kolaborasi dan Pemerataan Pembangunan

Rycko menegaskan bahwa pengembangan bandara tidak bisa hanya menjadi urusan BUMN semata.

Ia menilai keterlibatan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat konektivitas transportasi udara.

Rycko mendorong agar pembangunan bandara dilakukan secara terintegrasi sehingga berbagai moda transportasi dapat saling mendukung.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas bandara agar tidak hanya terpusat di Jakarta dan Banten.

Menurutnya, pengembangan bandara di daerah lain seperti Sumatera dan kawasan destinasi wisata prioritas perlu didorong untuk mendukung pariwisata nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan