Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satu Jasad Ditemukan, SAR Gabungan Terus Cari Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Satu Jasad Ditemukan, SAR Gabungan Terus Cari Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Tim SAR Gabungan mengevakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan usai di temukan di atas Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.)

Pantau - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jasad laki-laki dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan.

Jasad ditemukan oleh Rescue Unit (SRU) 3 pada pukul 14.20 WITA di dalam jurang sedalam 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat yang sebelumnya teridentifikasi.

Pesawat Diduga Menabrak Gunung Saat Cuaca Buruk

Kecelakaan terjadi saat pesawat melintasi wilayah Gunung Bulusaraung dalam kondisi cuaca ekstrem, hujan lebat, dan jarak pandang terbatas.

Diduga pesawat menabrak sisi gunung ketika melintasi area tersebut dalam cuaca buruk.

Pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Delapan kru yang tercatat dalam manifes adalah Capt. Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Capt. Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Sementara itu, tiga penumpang adalah Deden, Ferry, dan Yoga.

Tantangan Berat Hadang Tim SAR

Evakuasi dilakukan dengan jalur pendakian karena lokasi penemuan berada di jurang curam dengan kondisi medan berat.

Tim juga menemukan sejumlah bagian pesawat, termasuk serpihan rangka, kursi, dan lokasi mesin.

Cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam operasi ini.

"Jarak pandang hanya lima meter karena kabut tebal, ditambah hujan lebat yang membahayakan keselamatan tim," ungkap Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar.

Ia menegaskan, "Operasi SAR akan tetap dilanjutkan secara maksimal dengan pendekatan profesional dan terukur, mengutamakan keselamatan personel."

Salah satu upaya evakuasi vertikal sempat dibatalkan karena kondisi medan yang tidak memungkinkan.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dalam penyediaan logistik dan perlengkapan pendukung.

Hingga kini, 10 korban lainnya masih dalam pencarian dan proses evakuasi dipastikan terus berlangsung.

Penulis :
Gerry Eka