
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh meskipun sejumlah akses jalan masih terbatas.
Distribusi BBM Diatur Estafet dan Manual
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa distribusi BBM ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terus diupayakan berjalan normal bersama PT Pertamina Patra Niaga.
“Pasokan BBM di provinsi ini dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak, sebanyak 97 persen SPBU telah beroperasi kembali,” ungkapnya.
Untuk menjangkau desa-desa terpencil seperti Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, digunakan metode distribusi estafet dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke Blang Rakal sebagai terminal bayangan, kemudian dibagi ke truk tangki kecil 8 kiloliter, dan dilanjutkan menggunakan jerigen atau drum via kendaraan double cabin 4x4.
BPH Migas juga memberi keringanan kepada masyarakat terdampak untuk membeli BBM subsidi secara manual, tanpa barcode, guna menghindari panic buying dan mendukung operasional genset bantuan pemerintah.
Distribusi BBM Terus Meningkat
Executive GM Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumatera Bagian Utara, Sunardi, menyatakan stok BBM di wilayah terdampak dalam kondisi aman.
Stok Biosolar cukup untuk 5 hari dan Pertalite cukup untuk 5,6 hari.
Sebanyak 8 unit mobil tangki 16 kl disiapkan sebagai feeder, dan 10 unit tangki 8 kl mengisi suplai ke 8 SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Saat ini, distribusi BBM telah mencapai 85 persen dari kebutuhan normal di Bener Meriah dan 75 persen di Aceh Tengah.
Bambang Hermanto, Anggota Komite BPH Migas, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pertamina Patra Niaga yang melakukan penyaluran melalui moda darat, laut, dan udara.
Wahyudi menegaskan bahwa Pertamina memiliki tanggung jawab penuh terhadap normalisasi penyaluran BBM.
Selama masa bencana akhir 2025, kebutuhan BBM di Aceh meningkat 8 persen.
Jika akses jalan kembali pulih dan truk tangki besar bisa langsung masuk, maka hub Blang Rakal akan ditutup dan distribusi langsung dilanjutkan dari Depot Lhokseumawe.
- Penulis :
- Gerry Eka







