Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tito Karnavian Targetkan Hunian Sementara Korban Bencana Sumatera Rampung 10 Hari

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tito Karnavian Targetkan Hunian Sementara Korban Bencana Sumatera Rampung 10 Hari
Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 12/3/2026 (sumber: ANTARA/Mecca Yumna)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menargetkan pembangunan hunian sementara bagi korban bencana di wilayah Sumatera dapat diselesaikan dalam waktu 10 hari agar sebelum Lebaran tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda pengungsian.

Pemerintah Percepat Pembangunan Hunian Sementara

Tito menyampaikan pemerintah telah beberapa kali melakukan rapat koordinasi untuk mempercepat pembangunan hunian sementara bagi para korban bencana di Sumatera.

Ia menjelaskan jumlah warga yang masih tinggal di tenda terus menurun secara signifikan dari sekitar 12 ribu orang menjadi sekitar 6 ribu orang, dan kini tersisa sekitar 1.600 orang.

"Sudah kami rapatkan berkali-kali. Jauh berkurang cepat sekali dari 12 ribu, sekarang tinggal 6 ribu, sekarang tinggal 1600-an," ungkap Tito di Jakarta pada Kamis dalam acara penyerahan donasi 31 unit ambulans dari pihak swasta kepada Kementerian Kesehatan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera.

Dalam pertemuan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tito meminta agar pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan dalam waktu 10 hari.

Ia menilai para pengungsi tidak boleh terlalu lama tinggal di tenda karena kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan fisik maupun mental.

"Gatal segala macam. Yang bahaya kalau anak-anak kena campak," kata Tito.

Bantuan Hunian dan Ekonomi Disiapkan

Pemerintah melalui tiga institusi terkait akan membangun hunian sementara untuk para korban bencana.

Warga terdampak nantinya diberikan pilihan untuk langsung menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian yang dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara.

Tito menyampaikan Presiden kemungkinan akan mengunjungi lokasi hunian sementara tersebut sebelum, saat, atau setelah Lebaran.

"Karena saya dengar nanti Bapak Presiden mungkin ke sana (huntara). Entah sebelum Lebaran atau pas Lebaran, atau setelah Lebaran. Jadi, jangan sampai ada lagi yang di tenda," ujarnya.

Dalam penanganan hunian pascabencana, Tito juga menekankan bahwa tempat tinggal bagi tenaga kesehatan perlu diprioritaskan karena mereka berperan penting dalam merawat masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan dana untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana.

Rumah dengan kategori rusak ringan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta.

Rumah dengan kategori rusak sedang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta.

Rumah dengan kategori rusak berat atau hilang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta.

"Atau kalau dia mau kompleks, nanti dibangunkan oleh Menteri PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman), Pak. Lebih bagus," kata Tito.

Selain bantuan hunian, pemerintah juga memberikan bantuan lain kepada warga terdampak bencana di Sumatera.

Bantuan tersebut meliputi uang lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan.

Pemerintah juga memberikan bantuan uang perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta.

Selain itu, warga terdampak menerima bantuan ekonomi sebesar Rp5 juta untuk membantu pemulihan kondisi ekonomi mereka.

Penulis :
Arian Mesa