
Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi merupakan kunci dalam membangun sistem ekonomi Pancasila yang berkeadilan saat membuka Rapat Anggota Tahunan Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2025 di Kupang.
Ferry Juliantono menyatakan pembangunan koperasi tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan.
Ia mengatakan, “Ke depan, kita tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga nilai. Koperasi harus kembali pada semangat kekeluargaan, gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat koperasi.
Langkah tersebut meliputi penyusunan undang-undang baru tentang perkoperasian.
Pemerintah juga akan memperkuat sistem penjaminan simpanan koperasi.
Selain itu, dikembangkan program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.
Penguatan koperasi juga membutuhkan konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan koperasi dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas anggota.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi peran koperasi dalam mendorong ekonomi daerah.
Pemerintah daerah mendorong koperasi menjadi sokoguru ekonomi daerah.
Ketua Kopdit Swasti Sari Lambertus Ara Tukan menyebut koperasi memiliki sekitar 217 ribu anggota di enam provinsi.
Total aset koperasi mencapai sekitar Rp1,24 triliun dengan sisa hasil usaha sekitar Rp15,78 miliar.
Laporan keuangan koperasi telah diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian dan dinyatakan sehat.
Koperasi tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjunjung nilai kejujuran, keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab.
Penguatan koperasi diharapkan mampu mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka







