
Pantau - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengimbau warga untuk mengurangi penggunaan air tanah karena tinggi muka air tanah terus menurun setiap tahun.
Penurunan Air Tanah Jadi Perhatian
Kepala Seksi Pemeliharaan SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus menyampaikan bahwa penurunan tinggi muka air tanah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, "Setiap tahun tinggi muka air (TMA) tanah terus menurun. Karena itu, kami mengimbau agar penggunaan air tanah bisa dikurangi."
Penggunaan air perpipaan disarankan sebagai solusi jangka panjang guna menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Pemerintah juga menargetkan pengelolaan air berkelanjutan hingga mencapai kondisi nol penurunan seperti yang diterapkan di Singapura.
Optimalisasi Waduk dan Dampak Lingkungan
SDA Jakarta Selatan akan mengoptimalkan pengelolaan sembilan waduk di wilayahnya sebagai bagian dari strategi pengelolaan air.
Air dari waduk akan dimanfaatkan saat musim kemarau untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyiraman tanaman.
Ia menyampaikan, "Selama ini saat musim hujan, air langsung dialirkan ke sungai agar waduk bisa menampung air baru. Namun ke depan, saat kemarau, air akan kami manfaatkan untuk kebutuhan lain."
Warga juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak terutama saat musim kemarau.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah dapat memperparah banjir di Jakarta.
Beberapa wilayah bahkan mengalami penurunan muka tanah lebih dari 10 sentimeter per tahun akibat kondisi tanah aluvial dan pengambilan air tanah berlebihan.
Pengurangan penggunaan air tanah dinilai penting untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih besar di masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





