Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Pekalongan Gandeng 20 Dapur SPPG untuk Suplai Makanan Pengungsi Banjir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Pekalongan Gandeng 20 Dapur SPPG untuk Suplai Makanan Pengungsi Banjir
Foto: (Sumber: Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kiri) saat mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi para pengungsi banjir di Pekalongan, Senin (20/1/2026). ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan.)

Pantau - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggandeng 20 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG untuk menyuplai 300 porsi makanan bagi pengungsi terdampak banjir di wilayah tersebut.

Bantuan sebanyak 300 porsi makanan itu diberikan di luar jatah program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang selama ini diperuntukkan bagi siswa.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa bantuan makanan tersebut bukan merupakan pengalihan dari program MBG.

"Ini bukan pengalihan MBG tetapi bantuan untuk korban banjir. Penyalurannya satu pintu melalui Dinas Sosial atau langsung ke lokasi pengungsian," ungkap Afzan.

Berdasarkan data terbaru, jumlah pengungsi banjir di Kota Pekalongan tercatat sekitar 2.400 orang.

Para pengungsi tersebut tersebar di sejumlah lokasi pengungsian, antara lain Masjid Al Karomah, Sekolah Dasar Negeri Tirto 03, dan aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Jumlah tersebut belum termasuk warga terdampak banjir yang memilih bertahan di rumah masing-masing namun tetap membutuhkan bantuan logistik.

Afzan menjelaskan bahwa banjir yang melanda sejumlah wilayah kelurahan pada tahun 2026 merupakan bencana banjir terbesar sejak Kota Pekalongan kerap terdampak banjir pada tahun 2021.

Ia menyebut jumlah kelurahan terdampak banjir pada tahun ini menurun dari sekitar 20 kelurahan pada 2021 menjadi delapan kelurahan.

Meskipun jumlah kelurahan terdampak menurun, Afzan menilai dampak banjir pada tahun 2026 justru lebih luas dan berat.

Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dilaporkan telah berkurang sekitar 80 persen.

Sementara itu, kondisi banjir di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur dilaporkan telah berkurang sekitar 50 persen.

Afzan menyatakan dampak banjir di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat masih sangat besar, terutama di sepanjang aliran Sungai Bremi dan Sungai Meduri.

"Akan tetapi, untuk di wilayah Pekalongan Barat, khususnya aliran Sungai Bremi dan Meduri dampaknya masih luar biasa karena belum ada penanganan khusus," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan