Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Pastikan Badai Geomagnetik Kuat Januari 2026 Berdampak Terbatas di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Pastikan Badai Geomagnetik Kuat Januari 2026 Berdampak Terbatas di Indonesia
Foto: (Sumber: Arsip - Administrasi Nasional Oseanik dan Atmosfer AS (NOAA) mengeluarkan peringatan badai geomagnetik yang signifikan untuk Kamis (10/10) hingga Jumat (11/10) setelah terdeteksinya sebuah letusan Matahari pada awal pekan ini, lapor CBS News pada Rabu (9/10/2024). ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan badai geomagnetik kuat yang terjadi pada 20–21 Januari 2026 berdampak terbatas di wilayah Indonesia meski secara global mencapai kategori berat.

Pernyataan tersebut disampaikan BMKG di Jakarta pada Selasa, 20 Januari 2026, merespons badai geomagnetik tingkat G4 yang dipicu aktivitas Matahari tinggi.

Ketua Tim Kerja Geofisika Potensial BMKG Syirojudin menjelaskan badai geomagnetik dipicu oleh suar Matahari kelas X1.9 yang terjadi pada 18 Januari 2026 dan diikuti lontaran massa korona ke arah Bumi.

Syirojudin mengatakan, “Secara global, peringatan badai geomagnetik mencapai level G4. Namun dampak fisik di wilayah Indonesia relatif lebih rendah karena posisi geografis Indonesia berada di lintang rendah,”.

BMKG memantau gangguan tersebut melalui jaringan observatorium magnet Bumi, termasuk observatorium di Tondano, Sulawesi Utara.

Hasil pemantauan menunjukkan gangguan magnetik lokal yang sejalan dengan peristiwa badai geomagnetik global.

Berdasarkan pengamatan, indeks K lokal di wilayah Tondano berada pada kisaran K sama dengan 8 hingga K sama dengan 9 yang menandakan badai magnet Bumi besar hingga ekstrem.

BMKG menilai intensitas gangguan di Indonesia relatif teredam oleh kondisi geomagnetik ekuator melalui fenomena equatorial electrojet yang berfungsi sebagai perisai alami.

Potensi dampak sementara yang dicatat BMKG meliputi penurunan akurasi navigasi satelit global positioning system, gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi, serta fluktuasi layanan internet berbasis satelit.

Syirojudin menegaskan badai geomagnetik tidak berdampak langsung terhadap kesehatan manusia dan tidak menimbulkan risiko fatal pada kelistrikan nasional.

Syirojudin menyampaikan, “PLN dan sistem kelistrikan nasional dinilai aman dari risiko fatal akibat badai geomagnetik ini,”.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meminta operator telekomunikasi serta navigasi memantau kualitas sinyal satelit selama periode gangguan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mengikuti informasi resmi melalui kanal pemantauan aktivitas geomagnetik BMKG.

Penulis :
Ahmad Yusuf