HOME  ⁄  Ekonomi

Menkomdigi Sebut Adopsi AI Bisa Bantu Tingkatkan PDB

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menkomdigi Sebut Adopsi AI Bisa Bantu Tingkatkan PDB
Foto: (Sumber: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan paparan tentang adopsi AI dalam forum “The Power of AI” di Bali, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/HO Humas Kemkomdigi).)

Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan adopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi menambah kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, Minggu (19/4/2026).

Ia mengatakan, "Daya saing hari ini tidak lagi ditentukan oleh sumber daya, tetapi oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terutama AI,".

Menurutnya, pergeseran nilai ekonomi kini bertumpu pada kemampuan mengelola data menjadi solusi yang berdampak.

"Nilai kini bergeser, bukan lagi soal sumber daya, tetapi kemampuan kita mengelola data menjadi solusi," ujarnya.

Pemerintah menilai Indonesia dapat memaksimalkan pemanfaatan AI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Data Bank Dunia menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-41 dari 198 negara serta masuk kategori A dalam transformasi digital publik.

Meutya menyebut, "Indonesia terus memperkuat posisi sebagai kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara,".

Ia menekankan perlunya percepatan adopsi AI di berbagai sektor strategis.

Sektor keuangan dan ritel disebut telah lebih maju dalam penerapan AI, sementara sektor kesehatan, pertanian, dan manufaktur perlu dipercepat.

"Kesehatan, pertanian, dan manufaktur harus dipercepat karena di sanalah dampak terbesar bisa kita ciptakan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya tata kelola AI yang kuat dan adaptif.

"Regulasi AI bukan lagi pilihan, ini kebutuhan yang mendesak dan tidak terhindarkan," tegasnya.

Pemerintah telah merampungkan peraturan presiden terkait peta jalan dan etika AI nasional yang saat ini menunggu pengesahan.

"Peta jalan ini memberi arah yang jelas sekaligus memastikan perlindungan publik dari berbagai risiko AI," tambahnya.

Pemerintah mendorong adopsi AI secara inklusif di berbagai sektor, termasuk pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Penulis :
Gerry Eka