
Pantau - Film horor komedi terbaru berjudul Sebelum Dijemput Nenek akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari, membawa konsep mix universe dengan menyatukan karakter-karakter ikonik dari film-film horor produksi Rapi Films.
Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa dan ditulis bersama Sandi Paputungan, film ini mengusung pendekatan cerita yang segar dan tidak monoton.
Penonton akan kembali bertemu dengan karakter jin Ummu Sibyan dan hantu guru PNS Bu Woro dari Waktu Maghrib (2023), serta entitas gaib klasik seperti pocong dan kuntilanak dari film Pengabdi Setan 2: Communion dan film Rapi Films lainnya.
Suster Ngesot Bisa Lari, Mitos "666" Picu Perburuan Tumbal
Salah satu karakter supranatural paling mengejutkan dalam film ini adalah versi modifikasi dari Suster Ngesot yang tidak hanya ngesot, tapi juga bisa berlari — kejutan ini menambah lapisan kelucuan dalam balutan horor.
Cerita dimulai saat Hestu (Angga Yunanda) menerima kabar bahwa neneknya, Mbah Marsiyem (Sri Isworowati), meninggal dunia pada Jumat, 6 Juni pukul 6 sore.
Waktu kematian tersebut, yang membentuk angka "666", dipercaya dalam mitos film sebagai tanda bahwa arwah keluarga yang meninggal tidak akan pergi sendiri ke alam baka.
Mitos ini menjadi petaka bagi Hestu dan saudara kembarnya, Akbar (Dodit Mulyanto), karena keduanya harus mencari tumbal pengganti dalam waktu tujuh hari agar salah satu dari mereka tidak ikut meninggal bersama sang nenek.
Kritik Sosial Dibungkus Komedi Horor
Konflik film ini berakar dari rasa bersalah Hestu yang pernah mengatakan sinis bahwa ia "baru akan menginjakkan kaki di rumah jika sang nenek telah meninggal dunia".
Ketika ucapannya menjadi kenyataan, ia pun pulang ke desa dengan terpaksa, meninggalkan kehidupan perantauannya di kota.
Setelah Mbah Marsiyem dimakamkan, arwahnya kerap muncul dan mengucapkan kalimat: "Temani mbah, ya" — membuat Hestu panik dan mulai merancang rencana menumbalkan orang lain demi menyelamatkan dirinya.
Hestu dan Akbar kemudian menyusun tiga kriteria calon tumbal:
- Lansia yang hidup sendirian
- Orang dengan penyakit berat (dengan dalih "meringankan penderitaan")
- Individu yang dianggap "sampah masyarakat" karena mengganggu ketenangan desa
- Film ini menyajikan kombinasi antara nuansa horor, komedi, dan kritik sosial yang tajam.
Mix universe, karakter horor legendaris, serta humor gelap menjadikan Sebelum Dijemput Nenek tontonan unik yang siap menghibur sekaligus menggelitik nalar penonton.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







