Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menhaj Ungkap Alasan Penambahan Personel TNI-Polri untuk Perkuat Pelayanan Haji 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menhaj Ungkap Alasan Penambahan Personel TNI-Polri untuk Perkuat Pelayanan Haji 2026
Foto: (Sumber: Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf (tengah) menyapa sejumlah peserta Seleksi Petugas Haji Daerah di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin.)

Pantau - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan alasan penambahan personel TNI dan Polri sebagai petugas haji pada penyelenggaraan haji 2026 untuk memperkuat disiplin dan kesiapsiagaan kerja petugas dalam melayani jamaah.

Pernyataan tersebut disampaikan Mochamad Irfan Yusuf usai membuka kegiatan Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur.

Menhaj menyampaikan bahwa kebutuhan penambahan personel muncul dari hasil evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya yang menunjukkan tingginya kompleksitas kerja petugas di lapangan.

"Kami membutuhkan petugas dengan fisik yang kuat, disiplin, serta kemampuan membaca medan di lapangan," ungkapnya.

Evaluasi tersebut mencatat kondisi padat jamaah dan potensi situasi gawat darurat menjadi tantangan utama yang membutuhkan kesiapan ekstra dari petugas haji.

Berdasarkan pertimbangan itu, Kementerian Haji dan Umrah menambah keterlibatan personel TNI dan Polri pada penyelenggaraan haji 2026.

Jumlah personel TNI dan Polri yang dilibatkan mencapai 183 orang atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 75 personel.

Menhaj menegaskan bahwa kehadiran personel TNI dan Polri tidak hanya ditujukan untuk aspek pengamanan, melainkan juga sebagai teladan pola kerja yang disiplin dan terukur.

Ia berharap nilai kedisiplinan tersebut dapat ditularkan kepada seluruh petugas haji yang bertugas pada musim haji tahun ini.

Personel TNI dan Polri juga dibekali kemampuan pelayanan umum agar dapat terlibat langsung membantu jamaah selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Bantuan tersebut difokuskan kepada jamaah lanjut usia serta jamaah dengan keterbatasan fisik yang membutuhkan pendampingan intensif.

Dengan pendekatan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah optimistis koordinasi antarpetugas haji akan semakin solid dan kualitas pelayanan jamaah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf