
Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Indonesia dan Inggris berkomitmen memperkuat pembiayaan alam berkelanjutan dengan menetapkan Provinsi Aceh sebagai model percontohan.
Komitmen tersebut disampaikan Hanif Faisol Nurofiq dalam forum internasional bertajuk Building a Nature First Economy in Indonesia Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond yang digelar di Inggris.
Hanif menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Inggris merupakan platform penting untuk memperkuat kapasitas nasional dalam perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus mendukung pengembangan pembiayaan alam berkelanjutan.
Ia menekankan pandangan pemerintah dengan menyatakan, "Perlindungan alam bukan penghambat pembangunan, melainkan fondasi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang."
Menteri LH juga menyampaikan arah kepemimpinan Presiden RI yang mendorong transformasi sebagian kawasan konsesi hutan menjadi bentang alam konservasi.
Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk memastikan pembangunan nasional tetap berada dalam batas daya dukung lingkungan.
Penguatan kawasan konservasi di dalam lanskap produksi disebut mencerminkan kehadiran negara dalam menyelaraskan pembangunan dengan perlindungan ekosistem.
Dalam forum tersebut diperkenalkan Peusangan Elephant Conservation Initiative di Aceh sebagai contoh pendekatan bentang alam hidup.
Program itu mengintegrasikan perlindungan habitat Gajah Sumatra dengan agroforestri regeneratif serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Aceh dipandang sebagai model pembiayaan alam berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan keanekaragaman hayati tinggi.
Indonesia diposisikan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia yang menjadikan biodiversitas sebagai aset strategis nasional.
Pemerintah melalui Bappenas bersama KLH atau BPLH, BRIN, dan kementerian terkait menyusun Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan 2025–2045.
Dokumen tersebut menjadi kerangka pengarusutamaan perlindungan alam lintas sektor sekaligus mendukung mobilisasi pembiayaan berkelanjutan.
Indonesia juga memperkuat kapasitas nasional melalui kemitraan dengan DEFRA Kerajaan Inggris, The Royal Foundation, WWF, serta International Advisory Panel on Biodiversity Credits.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan mekanisme pembiayaan biodiversitas, pembangunan kapasitas kredit biodiversitas, serta upaya pemberantasan kejahatan lingkungan.
Seluruh kerja sama itu menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk menjembatani perlindungan lingkungan dengan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







