Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kebutuhan Sayur Program Makan Bergizi Gratis di Jayawijaya Capai 1 Ton Per Hari, Pasokan Wamena Tak Cukup

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kebutuhan Sayur Program Makan Bergizi Gratis di Jayawijaya Capai 1 Ton Per Hari, Pasokan Wamena Tak Cukup
Foto: (Sumber: Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama diwawancarai ANTARA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi..)

Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan mengungkapkan bahwa kebutuhan sayuran untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayawijaya mencapai lebih dari 1 ton per hari.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menyampaikan hal tersebut di Wamena pada Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat dapur yang mengelola program MBG di wilayah Jayawijaya.

Keempat dapur tersebut melayani sekitar 13.500 hingga 14.000 penerima manfaat setiap harinya.

Tingginya jumlah penerima manfaat membuat kebutuhan harian akan sayur mayur terus meningkat dan melebihi 1 ton.

Pasokan Wamena Tak Cukup, Harus Didatangkan dari Jayapura

Untuk memenuhi kebutuhan ini, SPPG mengaku mengalami kesulitan mencukupi pasokan hanya dari wilayah Wamena.

Karena itu, sayuran juga harus didatangkan dari luar daerah, seperti dari Jayapura.

Wahyu mengatakan bahwa pihaknya bahkan harus turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Wamena untuk mencari pasokan sayur tambahan.

Di sisi lain, beberapa petani lokal sudah rutin menyuplai kebutuhan ke tiga dari empat dapur MBG.

Namun, ketersediaan sayur dari petani lokal tetap belum mencukupi kebutuhan, dan harga yang ditawarkan sering kali tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Kondisi ini membuat pihak pengelola MBG terpaksa membeli pasokan sayuran dari wilayah lain di luar Wamena.

Harapan untuk Produktivitas Petani Lokal dan Kopdes

Wahyu menyampaikan harapannya agar produktivitas petani lokal bisa terus meningkat untuk mendukung keberlangsungan program MBG secara mandiri.

Selain itu, ia juga berharap agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat segera aktif kembali.

Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menyuplai kebutuhan sayur dan buah ke dapur MBG dengan harga yang sesuai anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Penulis :
Ahmad Yusuf