
Pantau - Sejumlah pasien RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang mengaku bersyukur atas pelayanan kesehatan yang tetap optimal meski wilayah tersebut masih dalam masa perpanjangan tanggap darurat hingga 3 Februari 2026.
Hamdani, pasien asal Kecamatan Rantau, menyatakan pelayanan yang diterimanya selama dua hari perawatan berlangsung baik, responsif, dan jelas, meskipun rumah sakit masih dalam tahap adaptasi pascabencana banjir.
"Pelayanannya bagus, saya masuk sudah dua hari," ungkapnya.
Hamdani dirawat karena mengalami infeksi bernanah di kaki yang memerlukan tindakan medis segera dari tim dokter.
Tim medis RSUD Muda Sedia bertindak cepat melakukan pemeriksaan dan tindakan operasi untuk menangani kondisi tersebut.
Ia berharap pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap lancar seiring dengan proses pemulihan wilayah dari dampak banjir.
Pasien Apresiasi Respons Tenaga Medis
Aslamiah, warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, juga menyampaikan apresiasinya terhadap layanan rumah sakit saat menemani suaminya menjalani operasi ringan benjolan di punggung.
Ia menyebutkan bahwa tindakan medis berjalan lancar dan didukung pelayanan dokter yang ramah serta profesional.
Aslamiah mengungkapkan, meskipun rumah sakit sedang dalam masa pemulihan, pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan tidak membedakan pasien.
Suaminya telah menjalani perawatan selama tiga malam sejak masuk hingga pascaoperasi, dengan pengawasan dan perhatian perawat yang konsisten.
"Kalau pelayanannya sejak masuk pasien itu, IGD umpamanya, darurat gitu ya, disambut dengan bagus. Contoh suami saya gitu kan seorang bapak-bapak yang udah jompo gitu, dilayani dengan baiklah. Alhamdulillah," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan BPJS tidak memengaruhi kualitas layanan yang diterima selama dirawat.
"Kami punya BPJS sudah lama, ya setiap berobat pakai BPJS terus. Untuk pelayanannya bagus, nomor satu. Enggak ada beda-beda gitu," ungkapnya.
RSUD Komitmen Jaga Mutu Layanan Selama Pemulihan
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjalankan pelayanan kesehatan secara optimal meskipun berada dalam masa pemulihan pascabencana.
"Tentu saja yang namanya pelayanan kesehatan itu tidak boleh terhenti satu hari pun, dalam keadaan apa pun," ia mengungkapkan.
Menurutnya, seluruh tenaga medis dan manajemen berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan tetap menjaga keselamatan pasien, kecepatan penanganan, dan mutu perawatan.
RSUD Muda Sedia juga berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana secara bertahap, termasuk memenuhi kebutuhan peralatan medis prioritas.
Pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengadaan peralatan yang dibutuhkan guna menjaga kesinambungan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Diketahui, RSUD Aceh Tamiang mulai kembali beroperasi pada 9 Desember 2025 setelah sempat lumpuh akibat banjir, dengan kapasitas awal sekitar 35 persen.
Saat ini, rumah sakit tersebut melayani sekitar 50 pasien rawat inap dan 200 kunjungan rawat jalan setiap harinya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah memperpanjang masa tanggap darurat dari 20 Januari hingga 3 Februari 2026 untuk memastikan pembersihan lumpur di pemukiman warga dan pemulihan maksimal bagi korban banjir.
- Penulis :
- Gerry Eka








