Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Agama Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada sebagai Pusat Spiritualitas dan Dialog Antarumat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Agama Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada sebagai Pusat Spiritualitas dan Dialog Antarumat
Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua Wisma Sangha Theravada Indonesia Bhante Dhammasubho Mahathera saat meresmikan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Jakarta, Senin 26/1/2025 (sumber: ANTARA/Asep Firmansyah)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Jakarta, pada Senin, sebagai upaya memperkuat praktik moderasi beragama di Indonesia.

Penguatan Moderasi Beragama Lewat Kontemplasi

Menag menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Moderasi Beragama ini diharapkan menjadi pusat praktik spiritual yang mampu mengajak umat untuk berkontemplasi dan mengendalikan kemelekatan terhadap hal-hal duniawi.

"Dunia tanpa kontemplasi itu akan berbahaya. Dunia harus dibimbing oleh dua kekuatan, yakni kekuatan konsentrasi dan kekuatan kontemplasi," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran dalam menghindari ketergantungan pada materi.

"Kemelekatan itu adalah awal dari sebuah kegagalan. Kalau kita melekat pada uang, materi, dan jabatan," ia mengungkapkan.

Menurut Menag, Rumah Moderasi Beragama adalah rumah besar bagi kemanusiaan yang diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama serta terhadap alam.

Ia menegaskan bahwa tempat ini seharusnya tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga harus melahirkan aksi nyata dalam mencintai dan merawat lingkungan.

"Rumah moderasi ini harus melahirkan tangan-tangan yang menanam pohon, bukan hanya yang pintar berdebat. Jika Penciptanya sakral, maka alam ciptaan-Nya juga harus disakralkan," tegasnya.

Harapan untuk Menjadi Ruang Dialog dan Sambung Rasa

Ketua Wisma Sangha Theravada Indonesia, Bhante Dhammasubho Mahathera, menyambut baik pengukuhan ini dan berharap Rumah Moderasi menjadi sarana komunikasi dan sambung rasa antarumat beragama di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai bahwa teknologi komunikasi modern membawa dampak ganda terhadap kehidupan sosial umat manusia.

"Belakangan ini kita merasakan bahwa teknologi membuat jarak antar-jagat semakin dekat, tetapi hubungan antar-jiwa semakin jauh," ujarnya.

Melalui Rumah Moderasi, Bhante berharap masyarakat dapat kembali membangun hubungan antar-jiwa melalui perjumpaan nyata antarumat beragama.

Ia menyebut bahwa sikap saling mengenal merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.

"Agama-agama harus saling mengenal satu dengan yang lain. Kalau kita tidak pernah bertemu, kita tidak bisa mengenal satu dengan yang lain," tandasnya.

Bhante juga berharap Rumah Moderasi Beragama tidak hanya menjadi tempat pertemuan fisik, tetapi dapat berkembang menjadi ruang yang hidup untuk berdialog dan bekerja bersama demi kemaslahatan bersama.

Penulis :
Leon Weldrick