
Pantau - Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan adsorben ramah lingkungan berbahan komposit fly ash dan zeolit untuk mengurangi pencemaran limbah cair industri tahu melalui penelitian dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Inovasi Manfaatkan Limbah untuk Atasi Pencemaran
Ketua tim peneliti muda UNG Nola Charmelita Bagenda mengatakan industri tahu memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat, namun menghasilkan limbah cair berkandungan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan.
Limbah tersebut dapat memicu bau menyengat serta merusak ekosistem sungai akibat tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD).
Nola mengungkapkan tim peneliti menyintesis material komposit dari fly ash dan zeolit sebagai media penyerap limbah yang efektif dan ekonomis.
Ia mengungkapkan, "Kami menggagas ini melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE)."
Penelitian tersebut mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan abu terbang hasil pembakaran batu bara yang dikombinasikan dengan zeolit untuk menghasilkan material komposit berdaya serap tinggi.
Berpotensi Diterapkan oleh Pelaku Usaha Kecil
Nola menjelaskan pemanfaatan fly ash sebagai bahan baku memungkinkan limbah industri diolah menjadi material fungsional yang mampu menyerap senyawa pencemar organik dalam limbah cair industri tahu.
Ia mengatakan, “Melalui proses sintesis komposit fly ash–zeolit, adsorben yang dihasilkan terbukti mampu mereduksi nilai BOD dan COD secara signifikan, sehingga berpotensi menekan dampak pencemaran air.”
Menurutnya, teknologi tersebut lebih ekonomis dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah karena menggunakan bahan baku dari limbah industri yang memiliki biaya produksi relatif rendah.
Nola menambahkan, "Pengembangan teknologi adsorpsi berbasis material lokal ini berpotensi direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik industri serupa.”
Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif teknologi pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan, membantu industri tahu memenuhi baku mutu limbah sesuai regulasi, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada aspek air bersih, sanitasi, dan industri berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





