Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

MRT Jakarta Gandeng Tujuh Pengembang Swasta untuk Proyek Jalur Kembangan–Balaraja

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

MRT Jakarta Gandeng Tujuh Pengembang Swasta untuk Proyek Jalur Kembangan–Balaraja
Foto: Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa 27/1/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi menggandeng tujuh pengembang swasta untuk mendukung pembangunan jalur MRT Fase 2 Timur-Barat yang akan menghubungkan Kembangan, Jakarta Barat hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyampaikan bahwa kerja sama ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama tujuh pengembang tersebut.

" Akan dilakukan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan tujuh 'developer' ", ungkapnya dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.

Kesepakatan ini menjadi tahap awal dalam penjajakan dan pengkajian sebagai bentuk kontribusi para pengembang terhadap pembangunan jalur MRT.

Skema KPBU dan Kontribusi Pengembang

Dalam pelaksanaan proyek ini, MRT Jakarta mempertimbangkan penggunaan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

KPBU merupakan skema penyediaan infrastruktur publik yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Tujuan utama dari skema ini adalah mengatasi keterbatasan anggaran APBN maupun APBD dengan prinsip pembagian risiko antara pemerintah dan mitra swasta.

Kesepakatan dengan pihak pengembang diharapkan memberikan efisiensi dalam pembiayaan proyek MRT sehingga dapat mempercepat proses pembangunan.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menambahkan bahwa jalur MRT Fase 2 akan diperpanjang hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, melalui skema kontribusi pengembang atau developer contribution.

" Kemudian persiapan 'signing' MOU MRT East-West Line Fase 2 yang di sisi Banten. Kita ingin mendorong pengembangan menggunakan 'developer contribution'. Tunggu saja tanggal mainnya nanti dari Pak Dirut (Tuhiyat), saya kira akan ada pengumuman dalam waktu dekat ", ia mengungkapkan.

Jalur Kembangan–Balaraja dan Dampaknya

Jalur MRT Kembangan–Balaraja dirancang sepanjang 29,9 kilometer dan merupakan bagian dari MRT East-West Line, khususnya Fase 3 atau Fase 2 Barat.

Pembangunan jalur ini ditargetkan mulai pada tahun 2026 dan telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Rute ini akan menghubungkan wilayah Jakarta Barat dengan Kabupaten Tangerang, Banten, dan akan dilengkapi dengan 14 stasiun.

Dari jumlah tersebut, 5 stasiun akan berada di Kota Tangerang, sementara 9 lainnya berlokasi di Kabupaten Tangerang.

Seluruh jalur direncanakan dibangun secara elevated atau di atas permukaan jalan guna mempercepat proses konstruksi dan menghindari konflik lahan.

Proyek ini ditujukan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah, terutama mengurangi beban lalu lintas akibat tingginya mobilitas dari wilayah penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, dan Bekasi menuju Jakarta.

Penulis :
Leon Weldrick